Nasional

Koordinator Aksi 'MerebutKemerdekaan': Kami akan Terobos Jika Diadang Menuju Bundaran HI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Koordinator lapangan massa aksi bertajuk ‘MerebutKemerdekaan’ dari BEM UI, Hafidz Hernanda, mengatakan, massa aksi berencana menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). Ia menyebut massa yang akan hadir diperkirakan...

18 Agustus 2026, pukul 07:00 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Koordinator lapangan massa aksi bertajuk ‘MerebutKemerdekaan’ dari BEM UI, Hafidz Hernanda, mengatakan, massa aksi berencana menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). Ia menyebut massa yang akan hadir diperkirakan mencapai 1.000 hingga 1.500 orang.

“Rencananya kami akan ke Bundaran HI yang pasti. Dan kami akan mencoba untuk meng-kooptasi Bundaran HI secara full. Rencananya tuh nanti ada 1.000 sampai 1.500 massa aksi yang hadir di sana,” kata Hafidz, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga

Menurutnya, massa dapat bergerak secara bersama-sama dari satu titik ataupun berasal dari sejumlah titik. “Betul, bisa jadi ada dari berbagai macam titik, bisa jadi dari satu titik doang,” katanya.

Selain itu, ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya pengadangan seperti yang terjadi sebelumnya, dia menyebut massa akan tetap berupaya menuju lokasi aksi. “Kami tetap akan terobos (jika diadang menuju Bundaran HI). Karena saya sebenarnya enggak khawatir,” kata Hafidz. Ia pun tak menutup kemungkinan terjadinya gesekan antara massa dengan pihak yang melakukan pengadangan.

“Senggol-senggolan, gesek-gesekan, ya itu pasti akan terjadi gitu lho. Karena kan ini ada dua kubu yang sangat berbeda, yang satu ingin datang ke sana, yang satu melarang datang ke sana. Ya yang sudah pasti apa yang mereka lakukan jelas-jelas melimitasi kebebasan kami, kebebasan berekspresi kami di negara demokrasi. Yang pasti untuk gesek-gesekan ya paling hanya dorongan-dorongan saja,” katanya.

Hafidz mengatakan, pihaknya telah melakukan negosiasi sejak beberapa bulan sebelumnya. Namun, menurutnya, negosiasi tersebut tidak menghasilkan perubahan yang diharapkan.

“Karena kami sudah capek bernegosiasi. Dari beberapa bulan yang lalu, 12 Juni kami sudah negosiasi ujung-ujungnya apa, ujung-ujungnya tidak didengarkan. Ujung-ujungnya mereka hanya memperkuat pelapisan, dan bahkan sampai ketika kami ingin mendorong maju, sampai jalannya ditutup oleh mobil rantis,” kata Hafidz.

Lihat di situs asli

Berita terkait