REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Harian Financial Times dalam laporannya menyoroti kemampuan fasilitas rudal Iran yang dibangun jauh di bawah tanah untuk bertahan dari serangan Amerika Serikat dan Israel dalam perang terbaru.
Menurut laporan tersebut, meskipun serangan berhasil melemahkan sebagian kemampuan Iran untuk sementara waktu, upaya itu belum mampu menghancurkan kekuatan rudal Teheran secara menyeluruh.
Baca Juga- Media Barat Ungkap Kemenangan Total yang Diumbar Netanyahu Gagal, Warga Israel Kecewa
- Apa Pesan di Balik Serangan Tiba-tiba Iran ke Israel? Ini Kata Pakar Militer
- Tentara Israel akan Mundur dari Lebanon Seusai Ultimatum Trump? Ini Kata Pakar Militer
Dalam laporan yang ditulis Najmeh Bozorgmehr dan Jacob Judah, disebutkan bahwa selama 40 hari berturut-turut pesawat tempur Amerika Serikat dan Israel menggempur kawasan pegunungan di sekitar Kota Yazd, Iran.
Di wilayah itulah terdapat salah satu kompleks rudal terpenting milik Iran yang dibangun jauh di dalam bebatuan pegunungan.
Meski menjadi sasaran serangan intensif, sejumlah warga setempat mengatakan kepada Financial Times bahwa peluncuran rudal dari kawasan tersebut tetap berlangsung hampir sepanjang masa pemboman, bahkan hingga beberapa jam menjelang diberlakukannya gencatan senjata.
Seorang sumber yang mengetahui situasi internal di Teheran mengatakan perang justru memperkuat keyakinan para pemimpin Iran bahwa kekuatan militer tetap menjadi jaminan utama keamanan nasional.
Menurutnya, kepercayaan terhadap diplomasi atau upaya membangun hubungan saling percaya dengan pihak lawan kini semakin berkurang.
Sumber tersebut menjelaskan bahwa para pemimpin Iran meyakini efek penangkalan yang efektif hanya dapat diwujudkan melalui demonstrasi kemampuan militer dan dengan membuat lawan menyadari tingginya biaya yang harus dibayar jika terjadi konfrontasi.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika