REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang mengatakan akan memantau ketat penggunaan produk bersubsidi pemerintah di dapur-dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataannya merespons instruksi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.
“Kami belum menemukan kasus SPPG gunakan komoditas bersubsidi seperti gas elpiji 3 kilogram dan Minyakita, tetapi pengawasan akan kami perketat," ungkap Kepala Subbagian (Kasubag) Tata Usaha KPPG Semarang, Bagus Anindito, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga- Kepala BGN Suspend SPPG di Semarang yang Diduga Bikin 707 Orang Keracunan
- 17 SPPG di DIY Di-suspend, Terkendala Kelengkapan Perizinan Hingga Standar Operasional
- Buntut Keracunan Belasan Siswa, SPPG Bogowanti di Blora Dibekukan Operasionalnya
Dia mengatakan, saat ini KPPG Semarang menaungi 2.400-an SPPG yang tersebar di 20 kabupaten/kota di Jateng. Menurut Bagus, sejauh ini SPPG-SPPG tersebut sudah menaati aturan dalam proses pengolahan MBG. Misalnya, menggunakan gas dan minyak goreng nonsubsidi.
“SPPG ada yang pakai gas CNG (compressed natural gas), informasinya lebih murah," kata Bagus.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika