REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Komandan tertinggi AS di Timur Tengah, Laksamana Brad Cooper, telah memberi tahu Presiden AS Donald Trump bahwa menyerang target Iran di sekitar Selat Hormuz tidak lagi efektif. Demikian dilaporkan Axios, mengutip dua orang yang mengetahui masalah tersebut.
Melansir laman RT, Senin (27/7/2026), Cooper, yang memimpin Komando Pusat AS (CENTCOM), dilaporkan mengatakan kepada Trump bahwa target pengeboman yang telah ditentukan di daerah tersebut sebagian besar sudah semua dilakukan.
Baca Juga- Kabel Laut, Drone, hingga Serangan Siber: Rusia dan NATO Makin Intens Berkonfrontasi
- Latihan Angkat Beban Dua Jam Sepekan Turunkan Risiko Serangan Jantung Wanita
- Netanyahu Serukan Serangan ke Tepi Barat
"Ia menambahkan bahwa tidak ada gunanya melanjutkan serangan kecuali AS kembali ke operasi tempur besar-besaran," demikian menurut Axios.
Trump menghentikan serangan pada Jumat, mengakhiri kampanye pemboman selama 13 hari secara tiba-tiba di tengah laporan bahwa mediator regional bergegas untuk menengahi gencatan senjata baru.
Beberapa media berita Amerika melaporkan bahwa Trump juga khawatir tentang menipisnya persediaan pencegat yang digunakan untuk melawan serangan rudal dan drone balasan Iran terhadap pangkalan-pangkalan di seluruh Timur Tengah. Namun, Trump membantah bahwa AS kekurangan amunisi.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika