REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Serangan Iran dilaporkan mengakibatkan kerusakan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap fasilitas intelijen dan peralatan pengawasan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. Hal itu terungkap dalam laporan NBC News mengutip sejumlah sumber.
Menurut laporan tersebut, tingkat kerusakan fasilitas intelijen itu lebih parah dibandingkan kerusakan yang pernah dialami badan intelijen AS sebelumnya. NBC News melaporkan bahwa biaya untuk memulihkan fasilitas dan peralatan tersebut diperkirakan mencapai miliaran dolar AS.
Baca Juga- Kehilangan Orang Tua Lipat Gandakan Risiko Gangguan Mental Anak
- SIPENA Dorong Digitalisasi Evaluasi Literasi dan Numerasi di Sekolah Alam Qur’an Nur Madani
- Video Musik Matilah Kau Mati Digarap Sedetil Film Laut Bercerita
Pada 28 Februari, AS dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan terhadap sejumlah target.
Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang ditujukan untuk menghentikan permusuhan, tetapi tak lama kemudian kedua pihak kembali saling melancarkan serangan.
Konflik tersebut masih belum terselesaikan, meskipun saat ini tidak terjadi permusuhan secara aktif.
Namun, AS memilih meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik dengan menciptakan tekanan finansial terhadap Teheran.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti