Nasional

Laporan: Saudi Tolak Mesir Ikut Gabung ke Perjanjian Makkah

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi menentang keikutsertaan Mesir dalam pakta keamanan yang ditandatangani bersama Turki dan Pakistan pekan lalu. Padahal Ankara sejatinya sudah meminta agar Kairo bisa disertakan.  Demikian disampaikan...

13 Agustus 2026, pukul 07:04 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi menentang keikutsertaan Mesir dalam pakta keamanan yang ditandatangani bersama Turki dan Pakistan pekan lalu. Padahal Ankara sejatinya sudah meminta agar Kairo bisa disertakan. 

Demikian disampaikan oleh tiga sumber Saudi yang mengetahui pembahasan tersebut kepada Middle East Eye.

Baca Juga

Salah satu sumber, seorang mantan penasihat senior kerajaan Saudi, mengatakan bahwa Riyadh tidak menginginkan Mesir bergabung dalam kesepakatan tersebut. "setidaknya untuk saat ini," ujar sumber itu.

Ketiga sumber tersebut—yang berbicara dengan syarat anonimitas karena sensitifnya masalah ini—menyatakan bahwa sikap Saudi didorong oleh rasa frustrasi yang kian membesar terhadap pemerintahan Presiden Abdel Fattah el-Sisi. Riyadh berkeyakinan bahwa Mesir tak lagi menawarkan nilai strategis atau militer seperti sebelumnya.

Kesepakatan Pertahanan Bersama Makkah, yang ditandatangani di kota suci umat Islam, Mekkah, pada Jumat, mengikat Arab Saudi, Turki, dan Pakistan. Dalam kesepakatan itu disebutkan bahwa agresi bersenjata terhadap salah satu dari ketiga negara tersebut sebagai serangan terhadap ketiganya.

Para pejabat Saudi menyebut kesepakatan ini sebagai mekanisme untuk memperkuat kemampuan pertahanan bersama, meskipun rincian mengenai mekanisme operasional, pemicu spesifik, dan bagaimana bantuan militer bersama akan benar-benar dilaksanakan dalam situasi krisis masih belum jelas.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait