Nasional

Lima Tren Kesehatan Viral yang Dianggap Berisiko Bagi Keselamatan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Media sosial kini menjadi salah satu sumber informasi kesehatan yang paling banyak diakses masyarakat. Namun para ahli kesehatan mengingatkan bahwa tidak semua saran kesehatan yang viral...

20 Juni 2026, pukul 06:58 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Media sosial kini menjadi salah satu sumber informasi kesehatan yang paling banyak diakses masyarakat. Namun para ahli kesehatan mengingatkan bahwa tidak semua saran kesehatan yang viral di internet didukung oleh bukti ilmiah.

Meski sebagian tren kesehatan mungkin hanya tidak efektif, beberapa di antaranya justru dapat membahayakan. Dilansir laman Very Well Health, Sabtu (20/6/2026), berikut lima tren kesehatan yang berisiko bagi kesehatan dan harus dihindari:

Baca Juga

1. Terapi racun lebah (bee venom therapy)

Lebah jenis Heterotrigona itama berada disekitar kotak lebah di tempat budidaya lebah dan madu di Hutan Kota Srengseng, Jakarta, Jumat (10/3/2023). - (Republika/Thoudy Badai)

 

Terapi racun lebah adalah merupakan terapi alternatif yang telah diteliti sebagai kemungkinan pengobatan antiinflamasi untuk penyakit autoimun. Di media sosial, sejumlah influencer kesehatan mengeklaim terapi ini dapat menjadi pengobatan alami untuk penyakit Lyme dengan cara menempatkan lebah pada tubuh dan membiarkan diri disengat.

Namun, ahli alergi dan imunologi di Henry Ford Health, Christian Nageotte, menegaskan bahwa praktik tersebut berbahaya karena tidak memiliki standar dosis, persiapan, maupun prosedur pemberian yang jelas. "Reaksi alergi dan anafilaksis telah dilaporkan pada pasien yang menggunakan terapi racun lebah. Dari studi yang meneliti terapi ini, tidak ada yang menunjukkan manfaat, dan beberapa menunjukkan risiko serius," kata Nageotte.

2. Tren minum banyak suplemen

Suplemen. (ilustrasi) - (www.freepik.com)

 

Tren lain yang menjadi perhatian adalah supplement stacking atau mengonsumsi beberapa suplemen sekaligus untuk mencapai tujuan kesehatan tertentu. Rekomendasi kombinasi suplemen ini banyak ditemukan di platform seperti Reddit dan TikTok, bahkan sejumlah influencer menjual paket suplemen yang mereka klaim sebagai kombinasi ideal.

Ahli endokrinologi dan spesialis nutrisi medis di NYU Langone Health, Rachel Pessah-Pollack, menyebut tren tersebut sangat mengkhawatirkan karena dapat menyebabkan seseorang mengonsumsi vitamin dalam jumlah berlebihan tanpa disadari. "Misalnya, seseorang mungkin mengonsumsi multivitamin, suplemen rambut, kulit, dan kuku, suplemen tidur, dan produk vitamin D terpisah tanpa menyadarì bahwa mereka berulang kali mengonsumsi Vitamin D dalam berbagai bentuk. Kelebihan vitamin D dapat menyebabkan kadar kalsium tinggi dan masalah ginjal, sehingga harus dihindari," kata dia.

3. Setop karbohidrat sepenuhnya

Nasi adalah makanan kaya karbohidrat. (ilustrasi). - (www.freepik.com)

 

Karbohidrat telah lama mendapat citra negatif sejak populernya Diet Atkins yang mempromosikan pola makan rendah karbohidrat untuk menurunkan berat badan. Akibatnya, banyak orang menganggap menghindari karbohidrat sepenuhnya merupakan pilihan yang lebih sehat.

Pakar gizi Madison Clarke menyebut karbohidrat merupakan bagian penting dari pola makan seimbang dan tidak perlu dihilangkan dari menu harian. Menurutnya, tubuh manusia menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi utama. Kebutuhan karbohidrat setiap orang dapat berbeda, namun seseorang yang menjalani pola makan 2.000 kalori per hari umumnya membutuhkan sekitar 275 gram karbohidrat setiap hari.

"Sungguh mengkhawatirkan melihat orang-orang percaya bahwa menghindari karbohidrat itu 'sehat'. Padahal sebaliknya," kata Clarke.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait