REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Perkembangan teknologi yang masif di Indonesia, menuntut mahasiswa memiliki pemahaman literasi digital yang kuat selain nilai akademis. Kemampuan ini menjadi kunci utama agar lulusan perguruan tinggi mampu bersaing di tengah perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.
Indonesia, saat ini menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekosistem digital tercepat di Asia Tenggara. Berbagai aktivitas harian, mulai dari transaksi keuangan, belanja, hingga proses belajar mengajar, telah bertransformasi ke platform digital. Generasi Z yang mendominasi ekosistem ini pun, dituntut memanfaatkan ruang digital secara produktif, bukan sekadar pengguna pasif.
Literasi digital tidak terbatas pada kemampuan mengoperasikan gawai atau media sosial. Pemahaman tersebut mencakup olah data, analisis informasi, penggunaan alat produktivitas digital, hingga kesadaran menjaga keamanan data pribadi. Penguasaan keahlian praktis seperti digital marketing, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI tools), dan basic coding kini menjadi nilai tambah yang dicari oleh industri.
Kepala Kampus Cyber University (Universitas Siber Indonesia), Ibnu Alfarobi menegaskan bahwa mahasiswa di era sekarang perlu mengubah pola pikir agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia industri. Menurutnya, kesiapan memasuki dunia profesional harus dibentuk sejak awal perkuliahan melalui pengalaman praktis.
"Literasi digital bukan lagi sebatas nilai tambah, melainkan kebutuhan mendasar bagi mahasiswa di era sekarang. Kami di Cyber University, berkomitmen tidak hanya mengajarkan teori saja, tapi juga membentuk keterampilan terapan yang relevan agar mahasiswa siap menjadi pelaku aktif industri," ujar Ibnu dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Ia menilai, kelebihan Cyber University yang hanya kuliah 3 tahun, membuat lulusan cepat dapat kerja atau langsung terserap industri karena 1 tahunnya magang di industri.
“Kami punya Company Learning Program (CLP) 3+1. Mahasiswa kuliah hanya 3 tahun dan 1 tahunnya magang. Melalui CLP 3+1, lulusan Cyber University cepat kerja, bahkan sudah kerja sebelum lulus, karena langsung direkrut perusahaan tempat magangnya,” kata Ibnu.
Selain itu, guna mendukung pengembangan keahlian tersebut, peran kampus dalam menyediakan lingkungan belajar yang relevan menjadi sangat krusial. Perguruan tinggi seperti Cyber University, yang berada di kawasan Jl. TB Simatupang no.6, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menghadirkan kurikulum praktis melalui program unggulan CLP 3+1 tadi.
“Peningkatan literasi digital sejak bangku kuliah diharapkan tidak hanya memperluas peluang karier lulusan di berbagai sektor, namun juga mendorong mereka menciptakan inovasi baru. Kesiapan beradaptasi dan bertindak produktif di era digital menjadi modal utama bagi mahasiswa untuk menyambut masa depan secara optimistis,” kata Ibnu.
Ikuti Whatsapp Channel Republika