REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Lukman Sardi kembali memerankan karakter Romo Rendra dalam film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Menurut Lukman, film kedua ini akan menghadirkan cerita yang lebih kompleks dan nuansa yang jauh lebih gelap dibandingkan film pertama, Kuasa Gelap (2024).
Salah satu perbedaan yang paling terasa terletak pada porsi adegan eksorsisme. Jika pada film pertama segmen eksorsisme sekitar 40 persen cerita, kata Lukman, pada film kedua porsinya meningkat menjadi lebih dari 50 persen.
Baca Juga- Kain Kafan Berisi 60 Ribu Nama Korban Gaza Warnai Festival Film Locarno 2026
- Setelah Dua Dekade Garap Avatar, Saatnya James Cameron Ucap 'Selamat Tinggal'?
- Babak Baru Ketegangan Taylor Swift dan Donald Trump
"Tentunya dari yang aku lihat, yang kedua ini dibuat cukup besar, upscale dari yang pertama. Kalau secara gelapnya ini lebih very strong gelapnya," kata Lukman saat diwawancara di kantor Republika, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).
Selain itu, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah juga menghadirkan entitas kegelapan yang lebih kuat yakni iblis Rephaim. Menurut Lukman, Rephaim merupakan sosok iblis purba yang lahir dari sebuah perjanjian darah leluhur dan praktik pesugihan.
Aktor Lukman Sardi dan Venly Arauna Dondokambey saat media visit ke Republika di Jakarta, Selasa (11/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempromosikan film Kuasa Gelap:Perjanjian Darah yang akan tayang di bioskop pada 8 Oktober. - (Republika/Prayogi)
Lukman menjelaskan, dalam Alkitab, Refaim atau Rephaim disebut sebagai entitas yang telah ada sejak sebelum masa Perjanjian Baru. Tak hanya menghadirkan konflik dengan entitas kegelapan, menurut Lukman, film kedua ini juga akan menggali lebih dalam latar belakang kehidupan Romo Rendra. Nantinya akan diungkap mengapa dan apa yang akhirnya membuat Rendra memilih menjadi seorang pastor eksorsis.
"Jadi bakal digali kenapa Romo Rendra jadi pastor eksorisme," kata dia.
Lukman menyebut cerita yang diangkat dalam film ini mengacu pada kasus yang memang pernah terjadi. Menurutnya, Robert Ronny sebagai penulis dan produser mengambil inspirasi dari kasus nyata, meski kemudian cerita tersebut dikembangkan untuk kebutuhan film.
"Jadi Robert Ronny ngambil dari kisah nyata yang beneran terjadi di Indonesia. Tapi emang ditambah 'bumbu-bumbu' untuk kebutuhan cerita dan sinematik film," kata Lukman.
Aktor Lukman Sardi saat media visit ke Republika di Jakarta, Selasa (11/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempromosikan film Kuasa Gelap:Perjanjian Darah yang akan tayang di bioskop pada 8 Oktober. - (Republika/Prayogi)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika