REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kepulangan 30 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) dari Biak, Provinsi Papua, ke Yogyakarta, berlangsung tak biasa. Setelah 50 hari mengabdi di Kampung Saribra, Pulau Bromsi, Distrik Aimando Padaido, Kabupaten Biak Numfor, mereka kembali ke Yogyakarta dengan naik pesawat Airbus A400M TNI AU.
Pesawat transport terbesar TNI AU tersebut dikerahkan untuk mengangkut mahasiswa KKN UGM dengan alasan khusus demi menghemat biaya. Informasi itu semula diunggah akun sebuah akun X.
Baca Juga- Kemenhan Teken Kontrak 12 Pesawat M-346 F Block 20 untuk TNI AU
- Korsel Tuntaskan Pengiriman Enam Jet Latih T-50I ke TNI AU
- Daftar 4 Tol yang Bisa Diubah Jadi Landasan Pesawat TNI AU
"Tim KKN UGM balik naik A400m which is barang gress TNI AU 😭😭😭 mana yang A4002 lagi baru delivery Maret kemarin," tulis postingan yang diunggah oleh akun X @Lo_Fee00, dilihat Republika Selasa (11/8/2026).
Saat dikonfirmasi Republika, Koordinator Satgas KKN-PPM UGM x KAGAMA, Mas Yanto Herlianto, membenarkan, mahasiswa KKN UGM memang menggunakan pesawat A400M untuk perjalanan pulang. Menurut dia, tidak ada kendala dalam proses transportasi mahasiswa sejak keberangkatan hingga kepulangan.
"Benar adanya. Lokasi KKN di Biak, 30 mahasiswa/i KKN," katanya saat dihubungi Republika di Yogyakarta pada Senin (10/8/2026), malam WIB.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika