REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Juru bicara studio animasi Animaccord, Melanie Bonvicino, menyanggah tuduhan yang mengaitkan serial kartun populer "Masha and the Bear" dengan konten propaganda militer Rusia.
“Klien saya dengan tegas menolak tuduhan palsu dan fitnah bahwa 'Masha and the Bear' terkait dengan propaganda,” ujar Melanie dilansir dari The Guardian, Kamis (2/7).
Baca Juga- Taylor Swift dan Travis Kelce Resmi Menikah, Selamat!
- Raja Juli Mengaku Kembalikan Amplop Putih ke Bupati Kuansing, Begini Respons KPK
- Dandim Agam Bantah Kopdes Merah Putih Dibangun di Lokasi Terisolir
Melanie menegaskan, selama hampir dua dekade, serial "Masha and the Bear" hanya menyiarkan tema universal tentang persahabatan, kebaikan, dan imajinasi untuk menghibur keluarga di lebih dari 100 negara.
"Serial ini tidak mengandung pesan politik, dan klaim apa pun yang menyatakan sebaliknya sama sekali tidak didukung oleh isinya," kata Melanie.
Pihak Animaccord juga memastikan bahwa mereka merupakan bisnis swasta yang beroperasi sepenuhnya sesuai hukum dan tidak pernah menerima pendanaan dari pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Animaccord setelah karakter Masha dalam serial animasi "Masha and the Bear" diprotes oleh sekelompok anggota Parlemen di Inggris karena mengenakan atribut topi dengan simbol bintang merah berujung lima, dalam salah satu unggahan gambar promosinya.
Mereka telah menulis surat kepada Menteri Kebudayaan, Lisa Nandy, dan meminta intervensi. Para anggota Parlemen itu mengatakan bahwa gambar tersebut juga digunakan di akun X berbahasa Inggris milik studio acara tersebut, Animaccord, sebuah studio animasi Rusia yang berkantor pusat di Siprus.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika