REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah orang terekam melakukan aksi perusakan CCTV di kawasan Penjompongan, Jakarta Pusat, saat terjadi kericuhan usai aksi di Gedung DPR, Kamis (27/8/2026) malam WIB. Rekaman aksi vandalisme itu tersebar dalam sejumlah akun media sosial.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi DKI Jakarta, Marulina Dewi, menyayangkang adanya aksi perusakan CCTV. Padahal, keberadaan fasilitas itu adalah untuk kepentingan masyarakat luas yang semestinya dijaga bersama.
Baca Juga- Pasar Cermati Aksi Demo, IHSG Dibuka Melemah
- Kemkomdigi Pelototi Ruang Digital Saat Aksi Demo, Ini Hasilnya
- Copet Ikut 'Ramaikan' Demo di Gedung DPR
"Kami sangat menyayangkan adanya perusakan beberapa CCTV, antara lain di Penjompongan, oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," kata Marulina saat dikonfirmasi, Kamis malam WIB.
Dia menjelaskan, fasilitas CCTV di Jakarta selama ini digunakan untuk membantu mencegah kriminalitas. Tak hanya itu, kata Marulina, CCTV juga berfungsi untuk memantau pelayanan publik dan mendukung pengaturan lalu lintas.
Karena itu, ia mengimbau semua pihak untuk sama-sama menjaga fasilitas publik yang ada. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta disebut tidak akan membiarkan aksi vandalisme. "Setiap tindakan perusakan terhadap fasilitas publik akan kami laporkan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku," ucap Marulina.
Dia pun menyatakan, Pemprov DKI Jakarta sangat terbuka terhadap aspirasi masyarakat dan menghormati hak setiap warga untuk menyampaikan pendapat di ruang publik. Meski begitu, penyampaian aspirasi mesti dilakukan secara tertib, aman, dan bertanggung jawab.
Marulina meminta seluruh masyarakat bersama-sama menjaga Jakarta. Pasalnya, seluruh fasilitas publik itu dibangun untuk kepentingan masyarakat luas. "Jakarta adalah rumah kita bersama. Mari jaga fasilitas publik dan saling menjaga agar aktivitas masyarakat tetap dapat berlangsung dengan aman," ujarnya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika