REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki usia sekitar 13 tahun, anak umumnya mulai memasuki fase remaja awal yang ditandai dengan fase individuasi. Pada tahap perkembangan ini, anak mulai menyadari dan membentuk identitas diri yang terpisah dari orang tua. Keinginan untuk lebih mandiri pun mulai muncul.
Psikolog keluarga Pritta Tyas Mangestuti mengatakan, pada fase remaja awal, anak memiliki keinginan yang semakin besar untuk bebas. Namun di sisi lain, mereka belum memiliki kematangan yang cukup untuk bertanggung jawab sepenuhnya atas setiap keputusan yang diambil.
Baca Juga- Psikolog Bedah Pola Asuh 'Anak Emas' Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan
- Ini Alasan Keluarga Wajib Kepoin Latar Belakang Pasangan Anak
- Pembatasan Screen Time Dinilai Penting untuk Tingkatkan Kesehatan Otak Anak
"Saat anak mulai masuk ke fase individuasi, biasanya anak udah mulai engga mau digandeng di tempat umum, terus kalau les atau main nggak mau lagi ditemenin mama papanya. Mereka sudah memiliki keinginan untuk mandiri," kata Pritta dalam diskusi media di Jakarta Selatan, pada Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut sering kali membuat orang tua berada dalam posisi yang dilematis. Di satu sisi, orang tua merasa belum siap melepas anaknya untuk melakukan berbagai hal sendiri. Namun di sisi lain, anak memang telah memasuki tahapan belajar menjadi pribadi yang mandiri.
Ilustrasi remaja. - (Republika/Daan Yahya)
Karena itu, Pritta menyarankan agar orang tua mulai mengenalkan kemandirian kepada anak secara bertahap. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah merumuskan batasan bersama antara orang tua dan anak.
"Misalnya dibicarakan kamu itu pengen mandiri dalam hal apa sih? Kamu ngerasa risih saat mama atau papa nemenin ke mana? Atau misalkan dia ingin bisa pergi sendiri, dan orang tua jangan chat-chat ke teacher-nya atau ke coach di tempat les, misalnya. Jadi tentukan aja batasannya apa aja gitu. Disepakati bersama," ujar Pritta.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika