REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Agama (Menag) Prof KH Nasaruddin Umar menegaskan fungsi masjid perlu terus diperluas sebagai pusat pemberdayaan masyarakat agar memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sosial, kemanusiaan, hingga pembangunan bangsa.
“Bukan umat yang memberdayakan masjid, tapi masjid yang memberdayakan umat,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya di Jakarta, Senin(3/8/2026).
Baca Juga- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ajukan Praperadilan
- Gubernur Pramono Klaim Jakarta Mampu Terbitkan Obligasi Rp 20 Triliun
- Mercy DPR Dorong Aparat Bongkar Sindikat TPPO Sampai ke Akar.
Menag mengatakan, transformasi fungsi masjid telah mulai berjalan di Indonesia. Ia mencontohkan, banyak masjid yang sudah dimanfaatkan sebagai posko pelayanan masyarakat selama arus mudik.
Menurut menag, perluasan fungsi tersebut sejalan dengan teladan yang dicontohkan pada masa Rasulullah Shalallahu Allahi Wassalam (SAW), ketika masjid menjadi pusat penyelenggaraan berbagai urusan masyarakat dan pemerintahan.
“Kita lihat masjidnya Rasulullah berfungsi sebagai sekretariat negara. Semua persoalan-persoalan pemerintahan diselesaikan di masjid. Jadi masjid itu adalah rumah besar untuk kemanusiaan,” ujar Nasaruddin Umar.
Dalam konteks itu, menag menilai peran imam masjid menjadi semakin strategis. Imam tidak hanya memimpin ibadah, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan fungsi sosial masjid sehingga menjadi pusat pelayanan, pemberdayaan, dan penyebaran nilai-nilai perdamaian di tengah masyarakat.
Jamaah mengumandangkan dzikir saat momen pergantian tahun dalam acara Dzikir Nasional Republika di Masjid At-Thohir, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (1/1/2026). Dzikir yang dipimpin Ketua Umum JATMAN DKI KH Muhammad Danial Nafis diikuti oleh ratusan jamaah. - (Republika/Thoudy Badai)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara