REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan bahwa isu terkait dua desa di Nunukan, Kalimantan Utara, yang masuk menjadi wilayah Malaysia adalah kabar tidak benar.
Pada saat rapat bersama Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin, Tito tak menampik isu yang berkembang di publik seolah-olah Indonesia telah kehilangan dua desa tersebut.
Baca Juga- Balita Meninggal Usai Terperosok ke Lubang Proyek di Tebet, Damkar: Masih Hidup Saat Dievakuasi
- Serangan Israel Bunuh Tiga Orang Termasuk Anak-Anak di Gaza
- Antrean Online JKN Permudah Angga Jalani Pengobatan Fatty Liver
Padahal, menurut dia, desa-desa tersebut masih masuk ke wilayah Indonesia dan yang hilang hanyalah sebagian tanahnya. Sebaliknya, Indonesia pun justru mendapatkan lebih banyak bagian tanah.
"Kadang-kadang dikatakan bahwa ada dua desa yang lepas masuk Malaysia. Bukan seperti itu," kata Tito.
Menurut dia, permasalahan batas di Pulau Sebatik memang menjadi permasalahan lama sejak adanya sengketa antara Belanda dan Inggris ketika menjajah. Namun kini kondisi di lapangan tidak demikian.
Dia mengatakan persoalan lama tersebut terus diselesaikan oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang melibatkan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, hingga lembaga-lembaga terkait lainnya.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika