Nasional

Mendikdasmen: Program Renovasi Sekolah Prioritaskan yang Rusak Berat

Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengungkapkan program renovasi 100 ribu sekolah rusak berat dan sedang, serta dukungan untuk pembelajaran jarak jauh.

14 Agustus 2026, pukul 13:11 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa Mendikdasmen: Program Renovasi Sekolah Prioritaskan yang Rusak Berat CNN Indonesia Jumat, 14 Agu 2026 20:11 WIB Bagikan: url telah tercopy Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengungkapkan program renovasi 100 ribu sekolah rusak berat dan sedang, serta dukungan untuk pembelajaran jarak jauh. (CNN Indonesia/Farid) Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan program renovasi akan memprioritaskan sekolah yang mengalami kerusakan berat.

Program renovasi sekolah sebelumnya disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR pada hari ini, Jumat (14/8). Prabowo ingin 100 ribu sekolah direnovasi pada tahun depan.

Mu'ti menjelaskan renovasi nantinya akan dilakukan terhadap sekolah dengan kondisi rusak sedang sedang serta sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seluruh Indonesia, renovasi sekolah rusak berat kan tahun ini prioritas kita, nanti yang rusak berat sama rusak sedang dan 3T," kata Mu'ti.

Ia mengatakan kementeriannya masih mengusulkan tambahan anggaran kepada Kementerian Keuangan untuk pelaksanaan program itu pada 2027.

Pilihan Redaksi

"Masih kita mintakan kepada kementerian keuangan untuk ada penambahan anggaran di tahun 2027. Tapi yang 2025, 2026 yang sudah sama Pak Presiden, Insyaallah sudah bisa selesai sehingga nanti tahun 2027. Kita usahakan untuk dapat bisa dianggarkan untuk dari 2027, 100 ribu satuan pendidikan ya, mudah-mudahan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan pemerintah tengah membangun studio untuk mendukung pembelajaran lewat siaran jarak jauh yang juga telah disinggung Prabowo dalam pidatonya.

Kemendikdasmen juga akan memanfaatkan kantor-kantor unit pelaksana teknis (UPT) di daerah untuk program itu.

"Studio terpusat, guru-guru kami sendiri. Jadi studio terpusat itu nanti kita bangun di Jakarta yang dulu kita kan punya masa dulu ya punya studio TV pendidikan dulu. Nanti kita pakai lagi studio itu, kita renov, kita perbaiki sesuai dengan kebutuhan untuk studio seperti yang disampaikan Pak Presiden tadi," ujarnya.

(yoa/isn) Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait