REPUBLIKA.CO.ID, SIKKA -- Jalan berbatu dan material longsor menjadi bagian dari perjalanan warga Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, untuk mendapatkan bantuan setelah gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut. Sejumlah penyintas bahkan harus berjalan kaki sekitar tiga kilometer dari posko bantuan untuk membawa logistik menuju desa mereka.
Sejumlah warga terlihat membawa bantuan menyusuri jalanan berbatu dari Posko Bantuan Desa Rokirole menuju Desa Nitunglea. Bantuan yang semestinya dapat diangkut menggunakan kendaraan harus dibawa dengan berjalan kaki karena sejumlah akses antardesa terputus akibat tanah longsor dan batuan yang berserakan di badan jalan.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara Foto