REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menurunkan berat badan sering kali menjadi tantangan, bahkan bagi mereka yang sudah menerapkan pola makan sehat dan rutin berolahraga. Tidak sedikit orang merasa frustrasi ketika angka di timbangan tidak kunjung berubah meski telah berusaha menjaga gaya hidup sehat.
Menurut pelatih kebugaran Raj Ganpath, penyebabnya tidak selalu berasal dari pola makan atau program latihan yang dijalani. Bisa jadi, karena kebiasaan sederhana sehari-hari yang tidak disadari dapat diam-diam menghambat pembakaran kalori.
Baca Juga- Bintang Pria Korea Ramai-Ramai Turunkan Berat Badan, dari Marathon hingga Obat Obesitas
- Pedangdut Anisa Bahar Kesal Lirik Lagu 'Gapapa' Diubah Jadi Mesum
- Ari Irham Sempat Takut Perankan Hikmah di Film Seni Merayu Tuhan
Berikut tujuh kebiasaan yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan atau menghambat proses penurunan berat badan, dilansir laman Hindustan Times, Rabu (15/7/2026):
1. Makan berlebihan pada malam hari
Kebiasaan makan berlebih pada malam hari. (ilustrasi) - (www.freepik.com)
Raj menjelaskan, banyak orang memulai hari dengan sarapan bergizi dan mampu menjaga pola makan hingga sore hari. Namun setelah pulang kerja, mereka cenderung kehilangan kendali dan makan dalam jumlah berlebihan, bahkan mengonsumsi makanan cepat saji. Menurutnya, kebiasaan ini dapat menyebabkan kelebihan asupan kalori yang pada akhirnya berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.
2. Doomscrolling sebelum tidur
Melihat ponsel sebelum tidur (ilustrasi). - (Dok. Freepik)
Raj juga menyoroti kebiasaan menggunakan ponsel sebelum tidur. Setelah menjalani hari yang melelahkan, banyak orang kesulitan menenangkan pikiran sehingga memilih terus menggulir media sosial atau konten di ponsel hingga akhirnya tertidur.
"Setelah bekerja keras sepanjang hari, banyak orang tidak mampu menenangkan pikiran pada malam hari. Lalu akhirnya doomscrolling agar akhirnya bisa tertidur. Kebiasaan ini bísa menghambat kinerja tubuh dalam membakar kalori," kata dia.
3. Begadang
Begadang. - (Republika/Wihdan)
Kebiasaan begadang dinilai dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh yang berperan dalam mengatur tidur, pencernaan, dan hormon. Dampaknya, seseorang bangun dalam kondisi lelah, lesu, dan kehilangan motivasi sehingga lebih sulit berolahraga atau memilih makanan sehat.
"Begadang hingga larut malam apa pun alasannya, lalu bangun dengan perasaan lelah, kehabisan energi, dan kehilangan motivasi," kata Raj.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika