REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perbedaan hasil diagnosis antara dokter Indonesia dan Malaysia terkait dugaan apendiksitis (radang usus buntu) seorang pemengaruh (influencer) mendapat respons dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
Menurut IDI, perbedaan itu bukan berarti ada dokter yang melakukan kesalahan, karena rekam medis pasien harus dilihat secara keseluruhan.
Baca Juga- Purbaya Duduk 30 Menit di Kelas, Ini Penilaiannya soal Papan Digital
- Serangan ke Kapal MV Tihamah, Kemlu RI: Dua ABK WNI Luka, Satu Masih Hilang
- TNI AL Jelaskan Latma dengan PLA China Passing Exercise, Bukan War Fighting
"Kondisi pasien dapat berubah, pemeriksaan dapat dilakukan pada waktu yang berbeda, modalitas pemeriksaan juga berbeda dan interpretasi klinis juga sangat bergantung pada keseluruhan kondisi pasien saat diperiksa," kata Ketua Bidang Humas Pengurus Besar IDI dr Cashtry Meher di Jakarta, Rabu.
Sebelumnya seorang influencer membandingkan perbedaan hasil diagnosis usus buntu antara dokter Indonesia dan dokter di Penang, Malaysia. Di media massa dikabarkan bahwa diduga ada black campaign untuk mempromosikan RS di Penang.
Menurut Cashtry yang paling sehat bukan mempertentangkan dokter Indonesia dengan dokter luar negeri, namun mencari tahu kondisi medis sebenarnya pasien tersebut berdasarkan rekam medis yang lengkap.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara