REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mendampingi mahasiswa bukan sekadar menjalankan tugas pekerjaan. Di balik pendataan, laporan, dan koordinasi yang menjadi bagian dari keseharian mereka, ada cerita tentang perjuangan mahasiswa menyelesaikan pendidikan, kabar bahagia dari alumni yang mulai meniti karier, hingga pencapaian akademik yang menghadirkan kebanggaan.
Bagi keduanya, beasiswa bukan hanya bantuan biaya pendidikan, tetapi juga kesempatan bagi mahasiswa untuk terus melangkah meraih cita-cita di tengah keterbatasan ekonomi. Keyakinan inilah yang membuat peran mereka sebagai penanggung jawab program (person in charge/PIC) memiliki makna lebih dari sekadar urusan administratif. Aris, yang bertugas di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), merasakan kebahagiaan ketika mengetahui para penerima beasiswa yang pernah didampinginya kini telah memasuki dunia kerja. Sementara itu, bagi Puja yang bertugas di Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE) menyimpan kebahagiaan tersendiri, manakala melihat mahasiswa yang didampinginya meraih prestasi.
Keduanya menjalani peran dan cara masing-masing dengan semangat yang sama: memastikan mahasiswa mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan untuk menuntaskan pendidikan. Perjalanan dan dedikasi tersebut mengantarkan Aris dan Puja pada momen istimewa tahun ini yaitu terpilih sebagai PIC Terbaik 2026 dalam Program Beasiswa Mahasiswa Berprestasi dan Berkepribadian Unggul, hasil kolaborasi Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) dan Yayasan Pelayanan Kasih A & A Rachmat (YPKAAR).
Penghargaan ini diberikan di tengah keterlibatan 60 PIC di berbagai Universitas dan politeknik dih Indonesia. Bagi Aris, apresiasi tersebut menjadi pengakuan atas tanggung jawab yang selama ini ia jalankan. Sementara bagi Puja, penghargaan ini memiliki arti yang lebih personal, yaitu sebuah harapan yang telah lama disimpan dan akhirnya menjadi kenyataan.
Menjaga komunikasi, menyaksikan mahasiswa bertumbuh Perjalanan Aris sebagai PIC bermula saat ia dimutasi dari Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan ke kantor pusat Unsoed pada tahun 2022. Sebagai Pengadministrasi Perkantoran, ia dipercaya menjadi operator pengelola beasiswa, dengan tanggung jawab memverifikasi data dan berkoordinasi dengan bagian akademik, registrasi, serta pascasarjana.
Untuk mendampingi penerima beasiswa, Aris membuat sarana berbagi informasi sekaligus mengingatkan mahasiswa agar fokus kuliah dan menyelesaikan studi sesuai masa pembiayaan. Ia juga memantau perkembangan akademik setiap semester.
“Alhamdulillah, untuk perkembangan studi kami pantau tiap semesternya ada peningkatan nilai IPK,” tuturnya.
Bagi Aris, kebahagiaan tidak berhenti ketika masa beasiswa berakhir. Sejumlah alumni masih menghubunginya untuk mencari informasi beasiswa atau sekadar berbagi kabar serta mengetahui beberapa di antaranya telah bekerja di berbagai perusahaan. Melihat mereka berkembang menjadi salah satu hal yang membuat perannya sebagai PIC terasa berarti.
Dari sebuah harapan menjadi kenyataan Puja Kurniawan mulai terlibat dalam Program Beasiswa di Politeknik CWE pada 2023 sebagai Staf Beasiswa, Alumni, dan Penempatan Kerja. Ia menangani pendataan, sosialisasi, pengajuan penerima, laporan pertanggungjawaban, hingga pendampingan mahasiswa.
Setiap akhir semester, Puja berdialog dengan mahasiswa untuk memantau perkembangan akademik sekaligus mendengarkan kendala mereka. Salah satu momen yang membanggakannya adalah ketika salah satu mahasiswa berhasil meraih predikat Lulusan Terbaik pada tahun akademik 2024/2025. Bagi Puja, pendampingan ini juga memiliki makna pribadi yang dalam.
Berasal dari Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, ia berhasil mewujudkan impian melanjutkan pendidikan di Pulau Jawa. Saat membaca daftar PIC terbaik dari YABN dan YPKAAR setiap tahun, Puja menyimpan harapan agar namanya tercantum di sana.
Pada 2026, harapan itu terwujud. “Saya berucap syukur, mimpi itu akhirnya tercapai dan terukir dalam sejarah hidup saya dan diabadikan,” ungkapnya.
Menjadi bagian dari perjalanan pendidikan mahasiswa Setiap tahun, YABN dan YPKAAR menyalurkan beasiswa kepada sekitar 1 .400 mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Sejak 201 8, Program Beasiswa Mahasiswa Berprestasi dan Berkepribadian Unggul yang merupakan kolaborasi kedua yayasan ini telah mendukung lebih dari 12.000 penerima beasiswa di 50 universitas ternama, 9 politeknik dan 1 SMK di berbagai wilayah di Indonesia. Di balik capaian tersebut, ada para PIC yang memastikan program berjalan dengan baik. Mereka tidak hanya mengelola administrasi, tetapi juga menjadi penghubung antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan pemberi beasiswa, sekaligus mendampingi mahasiswa selama menempuh pendidikan.
Bagi Aris Susanto dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), peran ini memberinya kesempatan menyaksikan para penerima beasiswa berkembang hingga memasuki dunia kerja.
Sementara itu, Puja Kurniawan dari Politeknik CWE menemukan kebahagiaan ketika mahasiswa yang didampinginya meraih prestasi. Penghargaan PIC Terbaik 2026 menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi keduanya. Namun, makna terbesar dari peran tersebut terletak pada kesempatan untuk turut menyaksikan perjuangan, pertumbuhan, dan keberhasilan mahasiswa dalam meraih masa depan yang lebih baik.
Ikuti Whatsapp Channel Republika