Nasional

Menhub Dukung Penuh Holding BUMN Logistik Demi Daya Saing Global

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan dukungan penuh terhadap rencana transformasi holding BUMN logistik. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat efisiensi, meningkatkan daya saing global, serta...

28 Juni 2026, pukul 17:00 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyatakan dukungan penuh terhadap rencana transformasi holding BUMN logistik. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat efisiensi, meningkatkan daya saing global, serta memperlancar ekosistem logistik nasional.

Dukungan tersebut disampaikan Dudy menanggapi rencana pembentukan holding BUMN logistik yang akan dinahkodai oleh PT Pos Indonesia (Persero). Ia menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan sebagai regulator siap memfasilitasi segala kebijakan yang dibutuhkan dalam proses restrukturisasi ini.

"Berkaitan dengan BUMN holding logistik, kami sebagai regulator yang berkaitan dengan transportasi tentunya akan mendukung segala upaya yang dilakukan oleh BUMN maupun Danantara," kata Dudy dikonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Dukungan Penuh untuk Agenda Presiden

Menhub Dudy menekankan bahwa dukungan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menyukseskan agenda transformasi BUMN. Ia menyatakan pihaknya siap mendukung penuh apa yang menjadi harapan Presiden Prabowo Subianto maupun Danantara.

"Jadi kita fully support apa yang menjadi agenda atau apa yang menjadi harapan dari Bapak Presiden maupun dari Danantara kita akan mendukung sepenuhnya," ucapnya.

Dudy menilai seluruh keputusan bisnis, termasuk merger dan konsolidasi, merupakan bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan memperkuat kinerja perusahaan BUMN. Ia berharap BUMN logistik tidak hanya menjadi pemain lokal, tetapi juga mampu bersaing sebagai pemain dunia dengan kondisi terbarunya nanti.

Kementerian Perhubungan, lanjutnya, siap terus berkoordinasi dengan Danantara maupun BUMN untuk memastikan seluruh proses restrukturisasi berjalan efektif, terarah, dan memberikan manfaat optimal bagi ekosistem logistik nasional yang semakin efisien dan kompetitif.

Konsolidasi Sembilan BUMN Logistik

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Daud Joseph menjelaskan rencana konsolidasi sejumlah BUMN logistik ke dalam satu entitas terintegrasi. Per 1 Juli 2026, terdapat tujuh perusahaan logistik pelat merah akan bergabung ke dalam PT Multi Terminal Indonesia (MTI) sebagai tahap awal pembentukan holding di bawah Pos Indonesia.

Ketujuh perusahaan tersebut terdiri dari PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) yang saat ini berada di bawah Pelindo, PT Pos Logistik Indonesia (Poslog) milik Pos Indonesia, PT Sarana Bandar Logistik (SBL) milik PT Pelni, PT KBN Prima Logistik (KPL) milik Danareksa, PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS) dari SIG, serta PT Krakatau Jasa Logistik (KJL) yang merupakan bagian dari Krakatau Steel.

Pada tahap awal, struktur kepemilikan sahamnya adalah 73 persen Pelindo, 9 persen Pos Indonesia, dan 17 persen dimiliki lima perusahaan lainnya. Nantinya pada 2027, seluruh saham perusahaan akan berada di bawah PT Pos Indonesia.

"Nah ini adalah tujuh perusahaan yang di awal Juli nanti, 1 Juli, akan bergabung dalam satu perusahaan yang namanya adalah PT MTI atau Multi Terminal Indonesia," ujar Daud dalam RDP dengan Komisi VI DPR, Senin (22/6).

Pada fase berikutnya, berdasarkan surat dari Danantara Aset Manajemen, holding itu akan diperluas dengan masuknya PT Semen Indonesia Logistik (Silog) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog). Dengan demikian, total akan ada sembilan BUMN logistik yang bergabung di bawah perusahaan Pos Indonesia.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Lihat di situs asli

Berita terkait