REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus mempercepat pengembangan jaringan kereta api nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Kamis (11/6/2026).
"Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan perkeretaapian sebagai fondasi masyarakat modern dan salah satu ciri negara maju," ujar Dudy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga- KAI Operasikan 391 Kereta New Generation, Investasi Modernisasi Capai Rp5,5 Triliun
- Indonesia Ajak Rusia Kembangkan Koridor Perkeretaapian Strategis
- Jalur Kereta Trans Sumatra Rp 350 Triliun tak Bergantung pada APBN
Dudy menyampaikan pengembangan jaringan perkeretaapian dilakukan untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, memperkuat sistem logistik nasional, serta menghadirkan layanan transportasi publik yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menekan biaya distribusi barang dan mengurangi beban transportasi jalan raya.
“Pengembangan jaringan kereta api nasional bukan sekadar pembangunan infrastruktur transportasi, tetapi juga upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui aksesibilitas yang lebih baik, biaya logistik yang lebih efisien, serta peluang ekonomi yang semakin terbuka di berbagai daerah,” ucapnya.
Kemenhub, lanjut Dudy, mencatat jumlah penumpang kereta api terus menunjukkan tren positif dengan peningkatan sebesar 8,8 persen, dari 500,5 juta penumpang pada 2024 menjadi hampir 550 juta penumpang pada 2025. Ia menyebut peningkatan ini menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel.
Dudy mengatakan jaringan kereta api aktif nasional saat ini telah mencapai sekitar 6.927 kilometer yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan Papua. Ke depan, pemerintah menargetkan pengembangan jaringan perkeretaapian hingga mencapai 10.524 kilometer, termasuk jaringan perkotaan yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat.
"Pengembangan jaringan akan difokuskan sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah," lanjut Dudy.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika