Nasional

Menko Imin Singgung Akademisi Tak Kritis Lagi Saat Jadi Birokrat

Cak Imin soroti sikap akademisi yang kehilangan kritis saat menjadi birokrat. Ia menyerukan perguruan tinggi untuk mengawal kebijakan publik dengan integritas.

3 Juli 2026, pukul 16:45 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Politik Menko Imin Singgung Akademisi Tak Kritis Lagi Saat Jadi Birokrat CNN Indonesia Jumat, 03 Jul 2026 23:45 WIB Bagikan: url telah tercopy Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A) Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyinggung sikap akademisi yang dinilai tak kritis lagi saat masuk ke dalam birokrasi.

Dia menilai tidak sedikit akademisi jadi bagian birokrat yang meninggalkan sikap kritis demi menyesuaikan diri dengan kepentingan atasan.

"Tidak berani ngomong 'qulil haqqo walau kana murran' [Katakanlah kebenaran, meskipun itu pahit], tidak berani bilang, 'Pak, jangan begini. Kalau begini, gagal.' Begitu jadi birokrat malah ABS--asal bapak senang. Itu tidak bisa," kata Cak Imin dalam keterangannya, Jumat (3/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cak Imin mengatakan ada guru besar yang sangat taat ilmu selama mengajar di kampus, tetapi begitu menjadi birokrat ia seakan lupa akan hal itu.

Lihat Juga :Pemerintah Berencana Buka Rekrutmen CPNS Guru 2027

Padahal, Cak Imin mengatakan bahwa seorang birokrat harus memegang prinsip untuk senantiasa menyampaikan kebenaran meskipun pahit.

Cak Imin pun meminta perguruan tinggi mengambil peran sebagai pengawal intelektual terhadap kebijakan publik.

Ia menyatakan kampus jangan hanya menghasilkan riset dan inovasi, tetapi juga harus memastikan setiap kebijakan dijalankan sesuai kaidah akademik, sehingga mampu menjawab tantangan pembangunan.

"Mengawal pertanggungjawaban intelektualnya, mengawal pertanggungjawaban ilmu pengetahuannya sehingga politik anggarannya benar," ujar dia yang juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Selain itu, Cak Imin juga mengingatkan bahaya atas budaya 'Asal Bapak Senang' (ABS) di kalangan birokrat.

Ia menyatakan budaya ABS itu menghambat lahirnya kebijakan yang berkualitas.

Cak Imin mengatakan seorang pemimpin justru membutuhkan masukan yang jujur dan berbasis fakta.

"Harus menyampaikan apa adanya. Pimpinan justru lebih senang kalau diingatkan apa adanya," ucap dia.

Lihat Juga :DPR-Pemerintah Kebut RUU IKN Pusat Finansial Internasional Rampung

[Gambas:Youtube]

(mnf/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]
Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait