REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Setidaknya 690 siswa SMKN 6 Semarang, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (31/7/2026). Sejumlah orang tua memutuskan merujuk anak mereka ke rumah sakit.
Kepala SMKN 6 Semarang, Berti Sagendra, mengungkapkan, para siswa mengalami gejala seperti keracunan pada siang hari sekitar waktu shalat Jumat. “Indikasinya macam-macam, ada yang pusing, mual, diare, muntah,” katanya ketika diwawancara.
Baca Juga- BGN Setop Sementara Operasional Dapur MBG di Semarang Buntut Ratusan Siswa Keracunan
- Kepala BGN Suspend SPPG di Semarang yang Diduga Bikin 707 Orang Keracunan
- 5 Bupati Jateng Kena OTT KPK, Gubernur Luthfi: Capek Saya
Menu MBG yang disajikan untuk siswa SMKN 6 Semarang terdiri dari nasi, tahu, telur kecap, dan susu. Makanan dibagikan pada pagi hari sekitar pukul 09.00-10.00 WIB.
Berti mengatakan, merespons kejadian dugaan keracunan itu, pihaknya segera menghubungi Dinas Kesehatan Kota Semarang. “Alhamdulillah sudah hadir tiga ambulans dan dokter medisnya di sekolah ini untuk membantu menangani itu. Dan dari pihak-pihak terkait Babinsa, Bhabinkamtibmas, juga hadir di sana. Kemudian dari SPPG sendiri juga turut hadir di tempat,” ucapnya.
Lihat postingan ini di InstagramLoading... Ikuti Whatsapp Channel Republika