REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Multi Harapan Utama (MHU), anak usaha MMSGI, mengembangkan sejumlah program yang mengubah potensi di sekitar wilayah operasional menjadi manfaat ekonomi dan kebutuhan dasar bagi masyarakat. Program tersebut, antara lain, mengolah kolam atau void pascatambang menjadi sumber air bersih untuk 582 keluarga dan meningkatkan omzet BUMDes Payang Sejahtera dari Rp4,6 miliar menjadi Rp27,6 miliar.
Dampak pemberdayaan juga terlihat pada sektor pertanian dan usaha masyarakat. Melalui pengembangan Rumah Cokelat Lung Anai, lebih dari 100 petani mengalami peningkatan pendapatan hingga lima kali lipat, sementara kelompok pertukangan KUBE Koetai Harapan Utama mulai masuk ke rantai pasok pengadaan barang untuk sekolah di Kutai Kartanegara.
Baca Juga
Berbagai program tersebut mendapat penghargaan Impactful Program Awards dalam ajang Investortrust CSR Awards 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (27/8/2026). Penghargaan itu diberikan atas pendekatan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) MHU yang berfokus pada dampak ekonomi dan sosial yang terukur.
Presiden Direktur MHU Kemal Djamil Siregar mengatakan, keberhasilan pemberdayaan masyarakat tidak semata diukur dari besarnya dukungan perusahaan, tetapi dari perubahan yang dapat terus berjalan setelah program dilaksanakan.
“Bagi kami, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat bukan hanya dilihat dari berapa besar dukungan yang diberikan perusahaan, tetapi dari perubahan yang dapat terus berjalan setelah program dilaksanakan,” ujar Kemal dalam siaran pers, Senin (31/8/2026).
Menurut Kemal, program tersebut diarahkan agar masyarakat memiliki akses, kemampuan, dan kelembagaan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi secara lebih mandiri.
Salah satu program MHU berada di Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Melalui program Air Bersih Pascatambang, kolam atau void bekas tambang dimanfaatkan sebagai sumber air bersih bagi masyarakat.
Air dialirkan menggunakan teknologi pompa hydram yang memanfaatkan energi kinetis air sehingga tidak membutuhkan listrik maupun bahan bakar. Infrastruktur tersebut terdiri atas tiga unit pompa hydram, dua unit hydropur, dan Water Treatment Plant (WTP) berkapasitas 126 meter kubik.
Jaringan distribusi air mencapai lebih dari 3,6 kilometer dan melayani tiga dusun, yakni Donomulyo, Sentuk, dan Rempanga. Program tersebut telah memberikan akses air bersih kepada 582 kepala keluarga.
Pengelolaan fasilitas juga melibatkan BUMDes Payang Sejahtera. Dengan skema tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut terlibat dalam pengelolaan fasilitas.
“Kami tidak hanya melihat void sebagai bagian dari proses pascatambang, tetapi sebagai aset yang dapat dikembalikan manfaatnya kepada masyarakat,” kata Kemal.
Ikuti Whatsapp Channel Republika