REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Punch, seekor monyet spesies makaka Jepang yang memulai hidupnya dalam kesendirian, kini telah menjadi perhatian dunia. Pada ulang tahun pertamanya, Punch menerima lebih dari 2500 kartu ucapan dari penggemar di berbagai negara yang mengikuti perjalanan hidupnya sedari lahir.
Ribuan kartu ulang tahun tersebut ditempelkan di dinding Kebun Binatang Kota Ichikawa, Chiba, Jepang. Jumlahnya bahkan jauh lebih banyak daripada ruang yang tersedia untuk memajangnya.
Baca Juga- Harimau Putih Kebun Binatang Semarang Zoo Dikabarkan Mati, Ini Kata Pengelola
- Sentuh Hati PM Spanyol, Ini Kisah Mural Buatan Seniman Cilik dari Jalur Gaza
- Mau Nyoba Slow Jogging? Ini Panduan Aman untuk Pemula
Manajer kebun bintang Takashi Yasunaga mengatakan bahwa kartu-kartu ulang tahun yang dikirimkan oleh penggemar Punch akan tetap dipajang di Kebun Binatang Kota Ichikawa hingga 30 Agustus. "Itu adalah kartu-kartu luar biasa dari para penggemar Punch," kata Yasunaga dilansir laman People, Selasa (28/7/2026).
Punch lahir pada 26 Juli 2025. Tak lama setelah lahir, ia ditinggalkan oleh induknya yang diduga mengalami kelelahan. Para penjaga kebun binatang kemudian mengambil alih perawatan Punch dan memberinya boneka orangutan sebagai teman untuk dipeluk.
Boneka tersebut dipilih karena memiliki bulu yang relatif panjang serta bagian-bagian yang mudah digenggam, menyerupai kondisi alami bayi makaka yang biasanya berpegangan erat pada tubuh induknya untuk bertahan hidup. "Boneka ini memiliki bulu yang relatif panjang dan beberapa tempat yang mudah dipegang. Kami berpikir kemiripannya dengan monyet dapat membantu Punch kembali berintegrasi dengan kelompoknya di kemudian hari," kata penjaga kebun binatang Kosuke Shikano.
Ketika Punch mulai bergabung dengan kelompok monyet di kandang utama pada Januari, pihak kebun binatang membiarkannya tetap membawa boneka orangutan tersebut. Foto Punch yang berjalan sambil menyeret teman berbulu kesayangannya itu kemudian viral di internet dan membuatnya menjadi sensasi internasional.
Kisah Punch juga mendatangkan ribuan pengunjung ke kebun binatang. Karena tingginya minat masyarakat, pihak kebun binatang menetapkan aturan khusus dengan membatasi waktu melihat Punch hanya 10 menit. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi stres, baik bagi Punch maupun lebih dari 50 makaka lain yang tinggal di area tersebut.
"Saat Punch berusaha sangat keras, berjuang untuk hidup setiap hari, kedua penjaganya melakukan segala yang mereka bisa begitupun staf lain mengawasinya," kata manajer kebun binatang Yasunaga.
Dalam beberapa bulan terakhir, Punch menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. la mulai beradaptasi dengan kelompoknya, terlihat menaiki punggung monyet lain, duduk bersama monyet dewasa, serta menerima perawatan bulu dan pelukan dari anggota kelompoknya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika