Nasional

MotoGP Ngotot Tetap Gelar Balapan di Qatar, Pembalap Termasuk Marquez Menuntut Hal Ini

JAKARTA – MotoGP tetap berencana menggelar Grand Prix (GP) Qatar pada 6–8 November 2026 meskipun muncul penolakan dan kekhawatiran dari sejumlah pembalap terkait situasi keamanan di kawasan Timur Tengah....

2 November 2026, pukul 09:27 WIB · dibaca 0 kali

JAKARTA – MotoGP tetap berencana menggelar Grand Prix (GP) Qatar pada 6–8 November 2026 meskipun muncul penolakan dan kekhawatiran dari sejumlah pembalap terkait situasi keamanan di kawasan Timur Tengah. Penyelenggara menyatakan telah memperoleh jaminan dari otoritas Qatar dan melakukan penilaian risiko untuk memastikan keselamatan seluruh pihak.

Polemik tersebut mencuat menjelang balapan di Sirkuit Internasional Lusail yang semula dijadwalkan pada April 2026. Penyelenggara kemudian memindahkan jadwal menjadi November menyusul perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Baca Juga

Juru bicara MotoGP menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen menyelenggarakan balapan sesuai jadwal. Menurut dia, jaminan keamanan telah diperoleh dari Pemerintah Qatar, pengelola sirkuit, serta melalui proses penilaian risiko internal yang terus diperbarui.

"Kami sepenuhnya menghormati kekhawatiran yang disampaikan dan menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas bagi semua pihak yang terlibat," kata juru bicara MotoGP, seperti dikutip Reuters, Ahad (1/11/2026).

Meski demikian, sejumlah pembalap masih menginginkan kepastian tambahan sebelum melakukan perjalanan ke Qatar. Mereka meminta penjelasan mengenai prosedur keselamatan, termasuk rencana evakuasi apabila situasi konflik di kawasan tersebut kembali memburuk.

MotoGP menyatakan telah menjalin komunikasi dengan tim dan pembalap selama beberapa bulan terakhir. Penyelenggara juga mengklaim telah membagikan informasi terbaru, memberikan akses terhadap dokumen terkait, serta menjawab berbagai pertanyaan secara terbuka.

Wakil CEO MotoGP, Carlos Ezpeleta, bahkan telah mengunjungi Qatar pada Kamis pekan lalu. Presiden Sirkuit Internasional Lusail, Abdulrahman Al-Mannai, menyampaikan kesiapan pihaknya menyambut pembalap, tim, dan penggemar untuk seri ke-20 musim ini.

Namun, kekhawatiran tetap muncul setelah Kedutaan Besar Spanyol di Qatar mengeluarkan imbauan agar warga negaranya tidak melakukan perjalanan ke negara Teluk tersebut kecuali untuk keperluan mendesak. Situasi ini menjadi perhatian karena banyak pembalap di grid MotoGP berasal dari Spanyol, termasuk juara dunia Marc Marquez.

Sumber yang mengetahui langsung pembahasan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Qatar telah memberikan jaminan kepada tim mengenai kemungkinan evakuasi apabila konflik meningkat. Tim disebut tidak akan ditinggalkan di Qatar dan tetap dapat meninggalkan negara tersebut dengan aman untuk mengikuti dua seri terakhir di Portugal dan Spanyol pada akhir November.

Marc Marquez termasuk salah satu pembalap yang menginginkan jaminan tambahan. Meski demikian, pembalap Ducati itu belum menyampaikan secara terbuka sikapnya mengenai perjalanan ke Qatar.

View this post on Instagram

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait