Nasional

Muhammadiyah Dorong Pembenahan MBG

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berbagai pihak belakangan ini menyoroti efektivitas Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Muhammadiyah melalui Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah...

18 Juni 2026, pukul 01:14 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berbagai pihak belakangan ini menyoroti efektivitas Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Muhammadiyah melalui Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) menegaskan, pihaknya tetap berkomitmen untuk mendukung dan menjadi mitra strategis pelaksanaan MBG secara amanah, profesional, transparan, dan akuntabel.

Baca Juga

Menurut Direktur BPPGM Muhammad Nurul Yamin, MBG merupakan bagian dari ikhtiar strategis negara dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia. Ini menjadi fondasi penting bagi lahirnya generasi bangsa yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing.

Oleh karena itu, lanjut Yamin, tata kelola yang baik dan akuntabel menjadi kunci agar tujuan mulia program ini dapat tercapai secara optimal.

Dengan jaringan amal usaha Muhammadiyah (AUM) yang luas di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial, Persyarikatan berkapasitas dan berpengalaman untuk turut menyukseskan MBG. Ini pun sejalan dengan penguatan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menempatkan pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan kemaslahatan umat sebagai bagian penting dari gerakan dakwah.

“Gizi yang baik bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan prasyarat mutlak terwujudnya generasi yang kuat, produktif, dan mampu membawa Indonesia menuju kemajuan,” ujar Yamin dalam keterangan tertulis pada Kamis (18/6/2026).

Karena itu, menurut dia, berbagai kritik yang muncul terhadap pelaksanaan MBG harus dijadikan momentum oleh pemerintah untuk berbenah, terutama dalam memperkuat sistem pengelolaan.

Muhammadiyah terus mendorong penguatan tata kelola, profesionalisme sumber daya manusia (SDM), serta sistem pengawasan yang berkelanjutan dalam program ini.

Menurut Yamin, ada tiga pilar utama yang wajib menjadi standar dalam pengelolaan MBG, khususnya di lingkungan Muhammadiyah.

      View this post on Instagram      

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait