Nasional

Netanyahu Ingin Serang Iran Sebelum Pemilu, IDF-Mossad Terbelah

TEL AVIV — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan tengah mendesak militer untuk melakukan serangan terbaru terhadap Iran yang berpotensi memicu kembali peperangan menjelang pemilu pada Selasa. Meski mendapat...

27 Oktober 2026, pukul 02:31 WIB · dibaca 0 kali

TEL AVIV — Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan tengah mendesak militer untuk melakukan serangan terbaru terhadap Iran yang berpotensi memicu kembali peperangan menjelang pemilu pada Selasa. Meski mendapat dukungan dari Kepala Mossad,   langkah Netanyahu memicu penolakan keras dari Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel (IDF), Eyal Zamir, demikian dilaporkan media Israel, Israel Hayom, Senin(26/10/2026).

Kepala Mossad Roman Gofman mendukung usulan operasi tersebut. Sebaliknya, Zamir — yang tidak diberi tahu terlebih dahulu mengenai rencana itu — menolaknya, menurut laporan yang dikutip kantor berita Anadolu.

Baca Juga

Seorang sumber anonim yang memahami diskusi tersebut mengatakan bahwa operasi yang diusulkan dapat mengarah pada perang baru dengan Iran, meski tindakan tersebut pada dasarnya tidak dimaksudkan sebagai pengulangan dari serangan militer intensif secara penuh.

Laporan ini diungkap oleh Channel 12 pada Ahad malam mengenai konfrontasi yang belum pernah terjadi sebelumnya"antara Netanyahu dan Zamir terkait arahan politik untuk suatu operasi militer, dikutip dari Palestine Chronicle. Jika terealisasi, langkah ini dapat dengan cepat tereskalasi menjadi bentrokan terbuka dengan Teheran.

Menurut Channel 12, perselisihan tersebut memuncak dalam 24 jam terakhir. Di internal institusi militer, muncul kekhawatiran mendalam bahwa isu Iran sedang dimanfaatkan untuk kepentingan politik praktis demi meraih keuntungan elektoral menjelang pemilu Knesset.

Selama sepekan terakhir, tokoh-tokoh oposisi Israel pun melontarkan tuduhan serupa. Mereka menilai Netanyahu sengaja mengupayakan serangan terhadap Iran demi mempengaruhi preferensi pemilih.

Tentara Israel membawa peti mati Sersan Ohad Yaari saat upacara pemakamannya di Rehovot, Israel, 7 Juni 2026. Militer Israel mengumumkan pada 6 Juni, bahwa dua tentara tewas dalam insiden terpisah di Lebanon selatan. - (EPA/ABIR SULTAN)

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait