REPUBLIKA.CO.ID, BELFAST -- Mantan Presiden AS Barack Obama menyatakan bahwa Israel telah mengambil tanah dari penduduk setempat dan bertindak berlebihan. Hal ini merujuk pada perlakuan Israel terhadap rakyat Palestina selam ini.
Obama menyampaikan komentar itu saat berkunjung ke Belfast, Irlandia Utara, untuk menerima gelar doktor kehormatan dari Queen's University Belfast pada Selasa lalu.
Baca Juga- Saudi Kecam Pembukaan Kedubes Kolombia untuk Israel di Yerusalem
- Bela Pilot Indonesia, Kemenlu RI Tunjukkan Kesalahan Israel Usai Tolak Masuk Ethiopian Airlines
- Apa yang Telah Dicapai Gerakan Boikot Israel? Ini Kata Penggeraknya
Seperti dilansir Jerusalem Post, dalam sebuah percakapan dengan jurnalis Susan McKay, mantan presiden AS tersebut menyinggung reaksi rakyat Palestina terhadap kendali budaya dan militer yang dijalankan oleh orang-orang Yahudi terhadap Israel. Menurut Obama wajar jika kemudian mereka berkata, 'Ini adalah ketidakadilan, dan saya ingin tanah saya kembali.'"
McKay bertanya kepada Obama mengenai situasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Negara Israel saat ini. Mantan presiden itu menjawab bahwa permusuhan terhadap Israel pasca-pembantaian 7 Oktober menunjukkan perlunya penghentian (konflik) yang sungguh-sungguh agar solusi jangka panjang dapat diterapkan.
Ia mengakui sejarah panjang persekusi yang dihadapi oleh orang-orang Yahudi di Eropa. Namun, ia juga menekankan bahwa rakyat Palestina telah mengalami ketidakadilan akibat hilangnya tanah mereka.
Lihat postingan ini di InstagramLoading... Ikuti Whatsapp Channel Republika