REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dicky Kartikoyono meminta pelaku dan pegiat keuangan syariah mempermudah akses masyarakat. Hal itu bertujuan agar sektor tersebut terus tumbuh dan berkembang.
"Potensinya masih sangat besar untuk keuangan syariah dan kita mempunyai ruang untuk melakukan ekspansi," kata Dicky saat pembukaan Expo Keuangan dan Seminar Syariah (Eksis) 2026, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga- Sembilan Gadis Distrik Jila Disandera Separatis Papua, Komandan Kodim: Ini Sangat tak Manusiawi!
- Persaingan Ketat, Final The Indonesia Pro-am Presented by Combiphar & Nomura 2026 Digelar Hari Ini
- Warga Garut Selatan Geruduk Gedung DPRD Protes Jalan Banjarwangi 11 Tahun Rusak Dibiarkan
Menurut dia, potensi yang besar harus dibarengi dengan upaya dari pegiat maupun pelaku keuangan syariah untuk menghadirkan layanan kepada masyarakat.
Dicky mengatakan saat ini akses masyarakat terhadap keuangan syariah masih terbatas dan tertinggal jauh dibandingkan dengan layanan yang diberikan keuangan konvensional.
Untuk itu, Dicky meminta pelaku dan pegiat memanfaatkan teknologi guna menggaet masyarakat agar mau bergabung dan memanfaatkan jasa keuangan syariah yang memiliki keunggulan, seperti tidak mengandung riba.
"Pertanyaan kepada pegiat keuangan syariah apakah masyarakat mempunyai akses yang mudah kepada keuangan syariah? Ya kalau dibandingkan konvensional kita tahu jumlah lembaga secara fisik cabang mungkin kita relatif lebih terbatas. Tapi kan sudah ada mobile apps sekarang ini Jadi tidak ada alasan bahwa Keuangan syariah itu sulit sulit diakses daripada konvensional," ujarnya.
Selain itu, kata Dicky, masyarakat juga perlu diberikan pemahaman terkait manfaat keuangan syariah yang lebih besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, menyalurkan pembiayaan, serta memberikan kemanfaatan bagi usaha dan kebutuhan masyarakat.
"Ini pertanyaan-pertanyaan yang tentunya menjadi esensi bagaimana kita harus melakukan penguatan pengembangan dari keuangan syariah," katanya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : ANTARA