REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Anggota Ombudsman RI Nuzran Joher mengatakan, Ombudsman mengapresiasi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menggelontorkan dana sekitar Rp 18 triliun untuk perbaikan sekolah di seluruh Indonesia. Hal itu disampaikan seusai menghadiri acara bertema “Opini Ombudsman RI: Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2026” yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Kota Semarang, Selasa (28/7/2026).
Saat diwawancara seusai acara, awak media meminta tanggapan Nuzran soal bangunan SDN Tanggirejo di Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Jateng, yang sempat menjadi perhatian nasional. Hal itu karena para siswa di sana memperoleh Makan Bergizi Gratis (MBG) tapi dengan kondisi bangunan sekolah yang rusak cukup parah.
Baca Juga- Menjadikan Sekolah Rumah Kedua yang Aman dan Membahagiakan
- Andhika Surya Gumilar Dorong Penguatan Pencegahan Perundungan di Sekolah
- Wamendikdasmen: 71 Ribu Sekolah Direvitalisasi, Dorong Aisyiyah Perkuat Pendidikan Akar Rumput
Menanggapi hal itu, Nuzran mengatakan, pemerintahan Presiden Prabowo memiliki banyak program di bidang pendidikan. “Kami menyambut baik bahwa pemerintahan Pak Prabowo, kan banyak sekali di bidang pendidikan, mulai dari Sekolah Rakyat, kemudian ada Sekolah Garuda, ada nanti bantuan rehab di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang akan membangun,” ujarnya.
Menurut dia, program perbaikan atau renovasi bangunan sekolah tersebut sudah berjalan. “Ini akan dilakukan secara nasional ya. Kalau tidak salah (anggarannya) ada Rp 18 triliun,” kata Nuzran.
Nuzran menambahkan, Ombudsman RI akan turut memantau pelaksanaan perbaikan bangunan atau gedung sekolah tersebut. “Kami dengan Kejaksaan Agung akan dilibatkan dalam pengawasan dana pendidikan untuk rehab ini. Mudah-mudahan di Jawa Tengah ini berjalan dengan baik,” ucapnya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika