REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Sebanyak 846 buruh dan karyawan PT Victory Apparel Indonesia di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, terancam mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang menyebut operasional pabrik garmen yang memproduksi pesanan merek internasional tersebut telah berhenti selama satu bulan akibat tekanan kondisi keuangan perusahaan yang dipengaruhi dampak pandemi Covid-19, banjir rob yang berulang, persoalan pasokan bahan baku, serta melemahnya permintaan pasar internasional.
Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Republika