REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sejumlah kiai sepuh menghadiri Forum Silaturahmi Para Kiai di Gedung PBNU Lantai 8, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Forum tersebut diikuti KH Ma'ruf Amin, KH Abdullah Ubab Maimoen, KH Ali Akbar Marbun, KH Muadz Thohir, KH Ahmad Haris Shodaqoh, KH Athoillah Sholahuddin Anwar, KH Muhyiddin Ishaq, dan KH Muhibbul Aman Aly. Hadir pula secara daring KH Said Aqil Siroj, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Ahmad Mustofa Bisri, KH Anwar Manshur, KH Zuhri Zaini, KH Idris Hamid, KH Nuruzzahri.
Usai forum tersebut, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma'ruf Amin menyampaikan bahwa pertemuan ini didorong oleh rasa keprihatinan dinamika berkembang menjelang Muktamar NU.
Baca Juga- Legalitas Bisnis Jadi Fondasi Tata Kelola Perusahaan yang Baik
- Penampakan Basri Lewaimang, Bandar Narkoba yang Ditangkap di Malaysia
- Bawa Tumbler, Kurangi Plastik: Kebiasaan Kecil yang Berdampak Besar
"Adanya isu-isu mengkhawatirkan karena ditandai cara tidak terpuji untuk upaya-upaya dalam Muktamar yang akan datang," kata Kiai Ma'ruf di Gedung PBNU, Kamis (20/8/2026)
Kiai Ma'ruf menyampaikan, pemilihan PBNU sebagai tempat pertemuan ini untuk mengaskan seruan moral bagi kepentingan NU, tidak untuk kepentingan siapa-siapa. Karenanya, Muktamar Ke-35 NU ini jangan dicederai dengan isu-isu, utamanya masalah Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa).
"Ahwa itu adalah representasi para ulama untuk memilih Rais Aam yang lahir dari hati nurani," ujar Kiai Ma'ruf.
Ia menyampaikan bahwa Ahwa merupakan representasi ulama terbaik yang memiliki kapasitas dan integritas, bukan karena titipan atau pesanan pihak manapun.
Kiai Ma'ruf juga menegaskan bahwa Muktamar harus berjalan sesuai akhlak NU, tidak diikutcampurkan pihak mana pun. Maka Muktamar harus berjalan sesuai hati nurani dan sesuai akhlak NU.
Seruan Moral Kiai Sepuh Untuk Muktamar NU yang Bermartabat
Usai forum tersebut, para kiai sepuh menyampaikan tujuh poin seruan moral untuk Muktamar Ke-35 NU yang bermartabat. Seruan ini disampaikan Rais Syuriyah PBNU, KH Muhibbul Aman Aly.
Kiai Muhibbul menyampaikan, setelah bersilaturahmi, bertukar pikiran, dan mencermati perkembangan menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, dengan dilandasi rasa tanggung jawab untuk menjaga marwah jam'iyah dan kemaslahatan Nahdlatul Ulama. Maka kisi sepuh menyerukan kepada seluruh warga dan terutama para pemangku amanat NU untuk bersama-sama menjaga Muktamar agar berlangsung dengan sejuk, jujur, adil, berintegritas, dan bermartabat.
Kiai sepuh sekaligus Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin menyampaikan keterangan usai pertemuan kiai sepuh di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (20/8/2026). Dalam pertemuan tersebut para kiai sepuh menyampaikan tujuh poin seruan moral untuk Muktamar Ke-35 NU yang bermartabat. - (Republika/Prayogi)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika