Nasional

Pasar Keuangan Volatil, OCBC Imbau Nasabah Evaluasi Portofolio

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) mengingatkan nasabah untuk mengevaluasi portofolio investasi secara berkala di tengah volatilitas pasar keuangan. Evaluasi diperlukan agar strategi investasi tetap sesuai dengan...

21 Oktober 2026, pukul 01:06 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) mengingatkan nasabah untuk mengevaluasi portofolio investasi secara berkala di tengah volatilitas pasar keuangan. Evaluasi diperlukan agar strategi investasi tetap sesuai dengan profil risiko, kebutuhan likuiditas, dan tujuan keuangan nasabah.

Wealth Management Advisory Head OCBC Diamond Stole mengatakan, gejolak pasar tidak selalu menjadi ancaman bagi investor. Perubahan harga aset juga dapat membuka peluang investasi, selama keputusan yang diambil sesuai dengan kemampuan nasabah dalam menanggung risiko.

Baca Juga

“Every volatility presents opportunity,” ujar Diamond dalam diskusi peluncuran layanan Premier One OCBC di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Menurut dia, setiap nasabah memiliki kebutuhan dan toleransi risiko yang berbeda. Karena itu, tidak ada satu strategi portofolio yang cocok untuk semua investor. Nasabah perlu meninjau kembali tujuan keuangan jangka panjang, kebutuhan dana dalam waktu dekat, serta komposisi aset yang dimiliki.

Diamond menekankan, evaluasi portofolio tidak hanya diperlukan ketika pasar bergejolak. Peninjauan secara berkala juga penting untuk memastikan strategi investasi tetap relevan ketika kondisi keuangan dan kebutuhan nasabah berubah.

Peran penasihat investasi atau relationship manager diperlukan untuk membantu nasabah memahami perkembangan pasar, menilai risiko, dan menentukan komposisi aset yang sesuai. Dengan pendampingan tersebut, keputusan investasi diharapkan tidak semata-mata didorong kepanikan ketika pasar bergejolak.

Di sisi lain, OCBC mencatat pertumbuhan bisnis wealth management dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 29 persen selama periode 2022 hingga Desember 2025. Dana kelolaan bisnis tersebut melampaui Rp 120 triliun.

Perkembangan itu menunjukkan kebutuhan terhadap solusi pengelolaan kekayaan yang semakin beragam. Solusi tersebut mulai dari obligasi, reksa dana, bancassurance, hingga instrumen investasi lainnya.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, OCBC menghadirkan Premier One, layanan pengelolaan kekayaan yang menawarkan pendampingan personal, akses terhadap solusi investasi, serta informasi pasar dari para ahli. Rekomendasi investasi disesuaikan dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing nasabah.

OCBC juga menekankan pentingnya diversifikasi dalam pengelolaan portofolio. Pemilihan instrumen tidak cukup hanya mempertimbangkan potensi keuntungan, tetapi juga perlu memperhitung kan risiko dan ketersediaan likuiditas.

Melalui pendekatan tersebut, nasabah diharapkan dapat mengambil keputusan investasi secara lebih terukur. Langkah ini penting dilakukan, termasuk ketika volatilitas pasar menghadirkan peluang maupun risiko baru.

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait