Nasional

Pasca Blackout Batam, Polda Kepri dan PLN Perkuat Pengamanan Infrastruktur Listrik

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM, – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) dan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepri sepakat memperkuat koordinasi pengamanan infrastruktur kelistrikan. Langkah ini diambil...

14 Oktober 2026, pukul 20:30 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM, – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) dan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepri sepakat memperkuat koordinasi pengamanan infrastruktur kelistrikan. Langkah ini diambil menyusul peristiwa pemadaman total (blackout) yang melanda Batam pada Senin (12/10) lalu.

Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri menegaskan bahwa PLN merupakan mitra strategis Polri. Ia menilai sektor kelistrikan memegang peranan vital dalam menunjang aktivitas masyarakat, perekonomian, dan investasi di wilayah tersebut. Polda Kepri pun menyatakan kesiapannya untuk mendukung pengamanan infrastruktur serta operasional PLN sesuai kewenangan yang berlaku.

"Koordinasi juga perlu diperkuat agar penanganan gangguan dapat dilakukan secara cepat dan tepat serta tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas," ujar Irjen Suhendri saat menerima kunjungan jajaran PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepri di Batam, Rabu.

Investigasi Teknis dan Keandalan Sistem

Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo menekankan perlunya investigasi teknis secara menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti gangguan listrik tersebut. Investigasi ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kerentanan pada sistem kelistrikan yang ada.

"Setiap kemungkinan perlu dikaji berdasarkan hasil pemeriksaan, sementara keandalan pasokan listrik harus terus diperkuat demi menjaga pelayanan kepada masyarakat dan kepercayaan investor," tegas Brigjen Anom.

Jalur Komunikasi Khusus Cegah Hoaks

Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei turut menyoroti pentingnya membangun jalur komunikasi khusus antara PLN dan Polda Kepri, terutama saat terjadi gangguan kelistrikan. Menurutnya, informasi yang cepat, akurat, dan terverifikasi sangat diperlukan agar masyarakat memperoleh penjelasan yang tepat.

Langkah ini dianggap krusial untuk menghindarkan masyarakat dari informasi simpang siur dan berita bohong atau hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah publik.

Pasokan Listrik Bintan Bergantung pada Batam

General Manager PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepri, Sugeng Hidayat, menjelaskan bahwa kebutuhan listrik di Pulau Bintan hampir seluruhnya dipasok melalui sistem kelistrikan Batam. Saat ini, cadangan daya yang tersedia sekitar 30 MW dari total kebutuhan kurang lebih 100 MW.

"Sistem kelistrikan Batam dan Bintan secara operasional berada di bawah pengelolaan PLN Batam," ungkap Sugeng. Ia menambahkan bahwa audiensi ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi pengamanan infrastruktur vital dan kesiapsiagaan menghadapi gangguan kelistrikan.

Sinergi antara Polda Kepri dan PLN ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan pelayanan publik, menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, serta menunjang iklim investasi di Kepulauan Riau. Kasus pemadaman total listrik di Batam yang menjalar ke Pulau Bintan terjadi sejak Senin (12/10) pagi, dan kondisi listrik kembali pulih normal pada Rabu (14/10) malam.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Lihat di situs asli

Berita terkait