Nasional

Pasokan Gas Blok Masela Amankan Kebutuhan Energi Domestik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memastikan bakal memperoleh pasokan gas dari proyek Lapangan Abadi, Blok Masela, Maluku. Perusahaan menjadi salah satu calon pembeli gas dari proyek...

22 Oktober 2026, pukul 00:55 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memastikan bakal memperoleh pasokan gas dari proyek Lapangan Abadi, Blok Masela, Maluku. Perusahaan menjadi salah satu calon pembeli gas dari proyek tersebut bersama PT PLN (Persero) dan industri pupuk.

Grup Head Gas Supply dan LNG Trading PGN, Muhammad Anas Pradipta, mengatakan kebutuhan gas untuk pasar domestik telah mendapat perhatian dalam pengembangan Blok Masela. Ia menyebut PGN, PLN, dan sektor pupuk termasuk pihak yang dipastikan mendapatkan alokasi pasokan dari proyek tersebut.

Baca Juga

“Jadi, kalau buat PGN, PGN dan PLN untuk Masela itu PGN, PLN, pupuk alhamdulillah semuanya dapat,” katanya di Jakarta, Rabu (21/10/2026) lalu.

Menurut dia, keberadaan pembeli domestik menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan proyek Blok Masela. Kebutuhan gas dari berbagai sektor di dalam negeri memberikan kepastian penyerapan produksi ketika lapangan tersebut mulai beroperasi.

Ia menilai pasar domestik memiliki posisi kuat dalam rencana penyaluran gas Masela. Kondisi ini menjadi modal bagi pengembang untuk memastikan hasil produksi nantinya memiliki pembeli.

“Justru di foundation buyer Masela itu domestik itu paling aman,” ujarnya.

Ia belum memerinci besaran volume gas yang akan diterima PGN dari Blok Masela. Selain itu, ia juga belum mengungkap jadwal penyaluran maupun perkembangan kesepakatan komersial dengan pengembang proyek tersebut.

Kendati demikian, ia memberi sinyal perkembangan terbaru mengenai Blok Masela akan segera diumumkan. PGN masih menunggu penyampaian informasi resmi terkait kelanjutan pembahasan pasokan gas tersebut.

“Tinggal tunggu aja. Sabar, sabar, sabar. Segera, segera akan di-announce untuk Masela,” katanya.

Di luar Blok Masela, PGN juga mencermati peluang pasokan dari sejumlah proyek gas baru. Langkah ini diperlukan untuk memperkuat ketersediaan energi bagi pelanggan, terutama sektor industri dan pembangkit listrik yang membutuhkan kontinuitas pasokan.

Anas menyampaikan kondisi pasokan gas perusahaan sepanjang tahun ini relatif baik. Kebutuhan LNG yang mencapai hampir 20 kargo telah diamankan dari sejumlah fasilitas produksi dalam negeri, seperti Donggi Senoro, Tangguh, dan Bontang.

“Ya pokoknya hampir 20-an. Udah secure. Harganya juga udah dijamin kan oleh pemerintah,” katanya.

PGN juga mencatat kondisi pasokan gas melalui jaringan pipa menunjukkan perkembangan positif. Tingkat pemenuhan kebutuhan gas perusahaan telah berada di atas 95 hingga 96 persen, meskipun masih terdapat potensi gangguan operasional pada sejumlah fasilitas produksi.

Gangguan tersebut mencakup penghentian operasi yang telah direncanakan maupun gangguan tidak terduga. PGN tetap perlu mengantisipasi kondisi tersebut untuk menjaga kesinambungan distribusi gas kepada pelanggan. Kepastian tambahan pasokan dari proyek baru, termasuk Blok Masela, menjadi penting dalam memperkuat portofolio gas perusahaan untuk jangka panjang.

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait