REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Paus Leo XIV menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Paus menyampaikan solidaritas dan kedekatan spiritual kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Ungkapan duka tersebut disampaikan melalui telegram yang ditujukan kepada Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD. Telegram ditandatangani Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin.
Baca Juga- Seniman Urban Art Lampung Dapatkan Hak Cipta Gratis dari Kemenkumham
- Pedagang di Luar Pasar Kramat Jati Ganggu Lalu Lintas, Pramono Minta Ditertibkan
- Kemenag dan Bamagnas Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan Umat Beragama di Sulawesi Utara
Keterangan mengenai telegram tersebut diunggah melalui media sosial Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Takhta Suci Vatikan, Kamis (20/8/2026).
Dalam telegram tersebut, Paus Leo XIV menyatakan dirinya "sangat sedih" setelah mengetahui kehancuran dan penderitaan yang ditimbulkan gempa di NTT.
"Paus menyampaikan solidaritas dan kedekatan spiritual kepada seluruh masyarakat yang terdampak," demikian keterangan KBRI Vatikan mengutip telegram tersebut.
Pernyataan itu menunjukkan perhatian Vatikan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana. Pesan tersebut tidak hanya ditujukan kepada komunitas Katolik, tetapi menyampaikan solidaritas kepada seluruh masyarakat yang terdampak.
Paus Leo XIV juga memberikan perhatian terhadap upaya kemanusiaan yang dilakukan setelah gempa. Ia mendorong para pemimpin Gereja dan otoritas sipil untuk terus memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.
Dukungan kemanusiaan menjadi penting ketika masyarakat masih menghadapi dampak gempa dan tingginya aktivitas gempa susulan. Kondisi tersebut membuat proses penanganan bencana masih membutuhkan kewaspadaan dari masyarakat maupun petugas.
Dalam telegramnya, Paus turut mendoakan keluarga yang kehilangan anggota keluarganya serta masyarakat yang terdampak. Ia memohon berkat ilahi berupa penghiburan dan kekuatan bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit setelah bencana.
Pesan solidaritas tersebut disampaikan ketika korban akibat gempa terus menjadi perhatian. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), gempa mengakibatkan sedikitnya 75 orang meninggal dunia.
Selain korban meninggal, sebanyak 907 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Besarnya jumlah korban menunjukkan dampak serius gempa yang melanda wilayah NTT tersebut.
Situasi pascagempa juga masih diwarnai aktivitas seismik yang tinggi. BNPB mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada dan siaga menyusul banyaknya gempa susulan.
Hingga Kamis pukul 16.00 WIB, sebanyak 3.752 gempa susulan tercatat terjadi di wilayah terdampak. Jumlah tersebut membuat kewaspadaan terhadap kemungkinan guncangan lanjutan masih diperlukan.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara