Nasional

PCNU Surabaya Bantah Kabar Suap dan Penyekapan di Muktamar NU, Uang Tunai Buat Bayar Asrama Haji

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya membantah isu suap dan penyekapan peserta Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31...

23 Oktober 2026, pukul 09:42 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya membantah isu suap dan penyekapan peserta Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026. Semua kabar itu dinilai tidak benar. 

"Semua isu itu tidak benar. Sebagai peserta muktamar, saya tidak pernah menemukan soal uang suap itu. Juga isu penyekapan di asrama haji, itu hanya penampungan peserta muktamar yang datang duluan, sedangkan lokasi di pesantren belum siap,” kata Ketua PCNU Kota Surabaya Kiai Haji Masduqi Toha di Surabaya, Jumat.

Baca Juga

Masduqi Toha menyampaikan bantahan tersebut untuk merespons laporan dua PCNU ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni PCNU Sekadau, Kalimantan Barat, terkait dugaan suap Rp40 juta dan PCNU Nias terkait dugaan suap Rp250 juta.

Ia juga menanggapi pernyataan Khalilur R. Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur dalam sebuah siniar yang menyebut dugaan suap dengan sumber dana dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Nusron Wahid.

Terkait isu penyekapan peserta muktamar di Asrama Haji Surabaya, Masduqi membenarkan bahwa ia selaku anggota panitia membawa uang tunai dalam jumlah besar saat berada di lokasi tersebut.

"Itu bukan suap, tapi karena pengelola Asrama Haji Surabaya memang tidak mau dibayar secara transfer sehingga saya membawa uang tunai untuk pembayaran 800-an muktamirin yang menginap," katanya.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait