REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Pejabat pertahanan Israel dilaporkan terkejut dengan cepatnya pemulihan kemampuan militer Iran pasca-serangan gencar yang dilancarkan AS dan Israel pada tahap awal konflik. Demikian dilaporkan Jerusalem Post seperti dilansir RT.
Awal pekan ini, seorang penasihat senior bagi komandan tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa tingkat produksi rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) Iran melampaui laju penggunaan senjata-senjata tersebut.
Baca Juga- Israel Buka Kembali Permukiman di Tepi Barat yang Ditutup 20 Tahun Lalu
- Gereja Nyalakan Tanda Bahaya, Israel Ancam Musnahkan Kristen Palestina
- Indonesia Kecam Keras Penolakan Israel terhadap Peta Jalan Pemulihan Gaza
"Bahkan jika perang berlangsung selama beberapa tahun, rudal-rudal balistik kami akan terus menghujani musuh," ujar Brigadir Jenderal Mohammad-Reza Naqdi kepada Press TV.
Dalam sebuah artikel yang diterbitkan Kamis, Jerusalem Post menyatakan telah mengonfirmasi secara independen keakuratan pernyataan para pejabat senior Iran mengenai percepatan produksi persenjataan di negara tersebut.
Pasukan Israel (IDF) selama berbulan-bulan mengeklaim bahwa industri pertahanan Iran mengalami kemunduran selama bertahun-tahun akibat serangan yang dilancarkan pasukan AS dan Israel.
Operasi militer itu mencakup sekitar 30 ribu serangan dan menghantam lebih dari 2.600 target rudal serta fasilitas industri militer selama fase paling intens konflik tersebut antara akhir Februari dan awal April.
Namun, laporan media Israel tersebut menyebutkan bahwa kini baik IDF maupun badan intelijen Mossad mengakui mereka tidak menyangka Teheran akan memulihkan kembali persediaan rudal balistik dan senjata-senjata penting lainnya secepat itu.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika