Nasional

Pelajar Indonesia Juara e-ICON World Contest Lewat Aplikasi Hugrow

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua siswa kelas 12 EcoSocioTech School (EST) TB Simatupang, Ravakatya Anadra (Andra) dan Nicholas Emmanuel (Nicho), meraih juara pertama dalam 16th e-ICON World Contest melalui aplikasi Hugrow....

13 Agustus 2026, pukul 08:01 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua siswa kelas 12 EcoSocioTech School (EST) TB Simatupang, Ravakatya Anadra (Andra) dan Nicholas Emmanuel (Nicho), meraih juara pertama dalam 16th e-ICON World Contest melalui aplikasi Hugrow. Dalam kompetisi internasional tersebut, keduanya berkolaborasi dengan dua pelajar Korea Selatan, Kim Siwoo dan Kim Mirae.

Hugrow merupakan aplikasi yang dirancang untuk membantu keluarga memperbaiki komunikasi, membangun kebiasaan positif, serta mendukung kesehatan mental dan hubungan yang lebih sehat. Gagasan tersebut dikembangkan sebagai kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) 3: Good Health and Well-Being.

Baca Juga

"Saat merancang kontribusi untuk SDG nomor tiga, kami memilih untuk mengintegrasikan faktor yang sudah ada menjadi sebuah solusi. Kami melihat keluarga sebagai esensi masyarakat sekaligus peluang utama untuk mengatasi masalah kesehatan mental dan kesejahteraan," ujar Andra pada Rabu (12/8/2026).

e-ICON World Contest merupakan kompetisi di bawah Kementerian Pendidikan Korea Selatan yang mempertemukan pelajar dari berbagai negara untuk mengembangkan solusi berbasis teknologi terhadap persoalan sosial. Peserta ditantang tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga menjelaskan relevansi, implementasi, serta dampak dari solusi yang mereka tawarkan.

Hugrow dikembangkan dengan sejumlah fitur, antara lain Initial Assessment & SMART Goals untuk memetakan kondisi komunikasi keluarga dan menetapkan target perbaikan. Aplikasi itu juga dilengkapi Daily Check-In untuk memantau suasana hati anggota keluarga serta memberikan rekomendasi aktivitas yang relevan.

Fitur lainnya adalah Habit Building & Voucher Shop yang memberikan tantangan harian untuk mendorong kebiasaan positif disertai apresiasi atas konsistensi pengguna. Hugrow juga menyediakan Regular Assessment & Global Ripple Map untuk mengukur perkembangan hubungan keluarga serta memetakan pola persoalan secara anonim.

Dalam kompetisi tersebut, karya para peserta dinilai panel yang terdiri atas kalangan akademisi, industri teknologi, dan lembaga pendidikan Korea Selatan. Di antara para juri adalah Prof Soonsik Suh dari Chuncheon National University of Education, Prof Inseong Jeon dari Gwangju National University of Education, Kihyun Park dari Tekville Education Co Ltd, serta Youjin Hwang dari Samsung Electronics.

Nicho mengatakan proses menuju babak akhir menjadi pengalaman yang menantang karena tim harus mampu mempertahankan gagasannya di hadapan juri berpengalaman.

"Perasaan kami campur aduk antara bahagia karena lolos ke grand final dan gugup saat naik ke panggung untuk melakukan presentasi terakhir yang menentukan para juara," ujar Nicho.

Menurut dia, proses tersebut sekaligus melatih kemampuan tim dalam menyampaikan konsep aplikasi secara meyakinkan. "Dengan melakukan hal tersebut, kami mampu mengomunikasikan ide aplikasi sehingga dapat diterima para juri yang sudah lama berpengalaman dalam kompetisi ini," katanya.

 

Loading... sumber : Antara
Lihat di situs asli

Berita terkait