JAKARTA — Perencanaan keuangan keluarga tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan pendapatan dan investasi, tetapi juga kesiapan menghadapi risiko kehidupan. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah perlindungan asuransi jiwa untuk menjaga kondisi keuangan keluarga ketika pencari nafkah menghadapi risiko yang tidak terduga.
Direktur Utama PT Asuransi Simas Jiwa, Dewi Listyaningtyas, mengatakan asuransi jiwa perlu dipahami sebagai bagian dari perencanaan kehidupan dan perlindungan masa depan, bukan sekadar produk keuangan.
Menurut dia, kebutuhan perlindungan setiap individu dan keluarga berbeda, bergantung pada kondisi serta tahapan kehidupan yang dijalani. Karena itu, pemahaman terhadap manfaat perlindungan menjadi penting agar masyarakat dapat menentukan kebutuhan asuransi secara tepat.
"SIMINSURE adalah bagian dari perjalanan kami menjadi Life Advisor yang lebih dekat dan lebih mudah dikenali oleh masyarakat. Kami ingin memahami kebutuhan setiap individu dan keluarga, serta menghadirkan solusi perlindungan yang tepat bagi mereka," ujar Dewi dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).
Dewi mengatakan, perubahan perilaku konsumen dan perkembangan layanan digital turut memengaruhi cara masyarakat berinteraksi dengan industri asuransi. Kondisi tersebut mendorong perlunya komunikasi yang lebih sederhana agar informasi mengenai perlindungan asuransi dapat dipahami oleh berbagai kalangan.
Direktur Pemasaran PT Asuransi Simas Jiwa, Janty Sumirkan, mengatakan kebutuhan perlindungan masyarakat mencakup berbagai aspek kehidupan, mulai dari perlindungan jiwa dan kesehatan, pendidikan anak, persiapan masa depan, hingga perlindungan karyawan di lingkungan perusahaan.
"Sebagai Life Advisor, kami memahami bahwa kebutuhan masyarakat dan cara mereka berinteraksi dengan layanan keuangan terus berkembang. Karena itu, kami menyediakan pilihan solusi dan kanal layanan yang dapat menjawab kebutuhan individu, keluarga, hingga korporasi secara lebih relevan," kata Janty.
Di tengah kebutuhan tersebut, PT Asuransi Simas Jiwa memperkenalkan SIMINSURE sebagai identitas komunikasi baru perusahaan pada 5 November 2026. Perubahan ini ditujukan untuk mempermudah masyarakat mengenali perusahaan sekaligus memahami peran asuransi jiwa dalam perencanaan keuangan.
Dewi menegaskan, penggunaan identitas baru tersebut tidak mengubah status badan hukum perusahaan maupun ketentuan perlindungan nasabah. Nama badan hukum tetap PT Asuransi Simas Jiwa.
Nomor polis, manfaat perlindungan, prosedur pengajuan klaim, jaringan kantor pemasaran, serta izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga tidak mengalami perubahan. Nasabah tidak perlu melakukan tindakan administratif terkait polis yang telah dimiliki.
"Menjadi Life Advisor berarti terus berjalan bersama masyarakat melalui komunikasi yang sederhana dan solusi yang relevan. Pada akhirnya, kami ingin membantu masyarakat menjalani setiap tahap kehidupan dengan lebih tenang karena memiliki perlindungan yang tepat," ujar Dewi.
Ikuti Whatsapp Channel Republika