REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah menyiapkan program pembukaan rekening dengan saldo awal Rp50 ribu bagi 25,1 juta penduduk dari kelompok ekonomi terbawah. Anggaran untuk program tersebut disebut sudah tersedia, sedangkan mekanisme pelaksanaannya masih dibahas.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan, program tersebut diprioritaskan bagi masyarakat berusia minimal 17 tahun yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4.
Baca Juga- Pelarangan Hijab Bikin Retak Hubungan Azerbaijan-Turki
- Resmi Dibuka, Pameran Trinetra Ajak Pengunjung Menilik Perkembangan Dunia Medis Kesehatan Mata
- Brebes Siapkan Gedung RSUD Baru, Ada Layanan Jantung hingga Cuci Darah
“Anggaran untuk pembukaan rekeningnya itu sudah siap, sudah siap. Kalau untuk HP-nya itu nanti kita bahas,” kata Dradjad kepada wartawan di sela Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Dradjad mengatakan, pemerintah masih membahas instrumen dan mekanisme pelaksanaan program tersebut. Pemerintah juga belum memutuskan rencana pembagian telepon seluler (HP) kepada masyarakat yang menjadi sasaran program.
“Bagaimana instrumennya, mekanismenya, alatnya itu nanti akan kita bicarakan lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan mengatakan, program pembukaan rekening tersebut menyasar sekitar 25,1 juta penduduk dari kelompok desil 1 hingga desil 4.
“Target kita prioritas sekarang di desil 1 sampai desil 4, sekitar 25,1 juta penduduk kita yang akan ditargetkan untuk pembukaan rekening. Usianya di atas 17 tahun,” ujar Ferry.
Ferry mengatakan, pemerintah berharap program tersebut dapat berjalan pada 2026. Namun, pemerintah masih menyiapkan mekanisme pelaksanaannya.
“2026 kita harapkan bisa dilakukan. Karena memang kita siapkan untuk 2026,” katanya.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika