Nasional

Pemerintah Terus Perkuat Ekosistem Pariwisata Ramah Muslim

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pariwisata bukan hanya soal destinasi, melainkan juga tentang membangun koneksi, menciptakan peluang, dan mewujudkan kesejahteraan bersama. Seiring dengan terus berkembangnya pasar perjalanan Muslim global, destinasi wisata menghadapi...

26 Juni 2026, pukul 19:34 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pariwisata bukan hanya soal destinasi, melainkan juga tentang membangun koneksi, menciptakan peluang, dan mewujudkan kesejahteraan bersama. Seiring dengan terus berkembangnya pasar perjalanan Muslim global, destinasi wisata menghadapi tantangan untuk menyediakan layanan berkualitas, pengalaman autentik, dan lingkungan inklusif yang memenuhi kebutuhan wisatawan Muslim yang terus berkembang.

Hal itu disampaikan Penasihat Senior Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata, Iyung Masruroh, saat memberikan sambutan Welcome Dinner peserta International Islamic Expo 2026 di Jakarta, Jumat (26/6/2026). "Indonesia bangga dapat menjadi bagian dari momentum positif ini, berbekal kekayaan warisan budaya, keindahan alam yang memukau, tradisi kuliner yang beragam, serta keramah-tamahan yang hangat," ujarnya mewakil Menteri Pariwisata.

Menurut Iyung Indonesia menawarkan beragam pengalaman wisata bagi pengunjung dari seluruh dunia. Pemerintah merasa terhormat bahwa Indonesia kembali diakui dalam Global Muslim Travel Index 2026 sebagai destinasi ramah Muslim peringkat kedua di dunia. Pencapaian ini mencerminkan upaya bersama pemerintah dan pelaku industri.

"Dan saya yakin Anda semua turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas serta daya saing ekosistem pariwisata kita. Bagi kami, pengakuan ini menjadi motivasi untuk terus melangkah maju dan memperkuat kolaborasi dengan para mitra," tuturnya.

Kementerian Pariwisata berkomitmen memajukan pariwisata berkualitas. Pariwisata yang menciptakan pengalaman bermakna bagi pengunjung, sekaligus memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Pada saat yang sama, Iyung melanjutkan, pemerintah terus memperkuat ekosistem pariwisata ramah Muslim di Indonesia melalui peningkatan kesiapan destinasi, peningkatan kualitas layanan dan aksesibilitas, serta kolaborasi yang lebih erat dengan para pemangku kepentingan industri.

"Kami berharap jejaring bisnis yang terbentuk selama International Islamic Expo 2026 ini akan menghasilkan kolaborasi yang bermakna serta kemitraan jangka panjang yang bermanfaat bagi kita semua," ujarnya.

"Mari kita terus bekerja sama untuk memajukan pariwisata ramah Muslim sebagai penggerak pembangunan berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, serta penguatan hubungan antarwarga," katanya menambahkan.

International Islamic Expo 2026 yang berlangsung Jumat hingga Ahad (28/6/2026) ini merupakan buah kolaborasi antara PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI), PT Aliya Kreasindo selaku penyelenggara, Kementerian Pariwisata, dan Pemprov DKI Jakarta.

 

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait