REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Irak mengusulkan pembentukan dewan keamanan bersama antara Iran dan Arab Saudi. Menurut penasihat keamanan nasional perdana menteri Irak, Qasim al-Araji, dewan keamanan dibutuhkan mengingat 'krisis kepercayaan' di antara dua kekuatan regional itu.
"Masalah antara kedua negara ini adalah krisis kepercayaan," kata al-Araji kepada stasiun televisi pemerintah Iraqiya TV, Ahad.
Baca Juga- Mandiri Akui Blokir Rekening AMPB, Polda: Bukan Pemblokiran, Tapi Permohonan Penundaan Tranksaksi
- Polisi Pastikan Isi Rekening Koordinator AMPB di Bank Mandiri tak Disita Meski Transaksi Ditunda
- Merayakan Peran Perempuan pada Anniversary ke-7 Kalisha di Summarecon Mall Bandung
Al-Araji mengatakan Irak telah menyampaikan usulan tersebut kepada Iran dan Arab Saudi. Dia tidak merinci lebih lanjut mengenai mekanisme usulan tersebut. Iran maupun Arab Saudi pun juga belum segera memberikan tanggapan.
Namun hubungan keduanya terbilang pasang surut. Sebelum pecah perang melawan AS-Israel, baik Iran maupun Saudi berulangkali saling berkunjung satu sama lain setelah sempat memiliki hubungan canggung.
Setelah pecah perang, Iran dan Saudi menegang. Teheran menyerang target pangkalan AS di Arab Saudi. Kini setelah perang mereda, hubungan Iran-Saudi masih belum menentu.
Sementara itu, menurut Al-Araji, penempatan semua senjata di bawah kendali negara merupakan keputusan strategis murni Irak. Pun keputusan mengenai perang dan perdamaian sepenuhnya berada di tangan negara Irak.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara