Nasional

Pencemaran Air Sungai Cisadane Tangerang, Satu Perusahaan Diusut

Gubernur Banten mengungkap penyebab pencemaran Sungai Cisad, ungkap satu perusahaan bertanggung jawab.

20 Juli 2026, pukul 02:43 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa Pencemaran Air Sungai Cisadane Tangerang, Satu Perusahaan Diusut CNN Indonesia Senin, 20 Jul 2026 09:43 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. Sungai Cisadane dI Tangerang tercemar. CNN Indonesia/ Dodi Wahyudi Jakarta, CNN Indonesia --

Hasil temuan penyebab dugaan pencemaran di Sungai Cisadane wilayah Pakuhaji, dan Teluknaga, Kabupaten Tangerang terungkap.

Gubernur Banten Andra Soni menyebut ada satu perusahaan yang menjadi penyebab air sungai menjadi hitam. Ia mengklaim sudah meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten untuk menindaklanjuti.

Berdasarkan temuan di lapangan, air hitam berasal dari saluran muara Kali Sabi di Kampung Bayur Kelurahan Periuk Jaya, Kecamatan Periuk Kota Tangerang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lihat Juga :Sungai Cisadane Surut: Warga Teriak Kesulitan Air

"DLHK Banten sudah lakukan penelusuran, dan sudah menemukan titik sumbernya mengapa Sungai Cisadane berubah warna menjadi hitam," ungkap Andra dikutip detikcom, Senin (20/7).

Andra menegaskan bahwa salah satu industri ditengarai menjadi penyebab Sungai Cisadane di bagian hilir berubah warna menjadi hitam.

"Penyebabnya sudah ketemu, saya minta DLHK Provinsi Banten berkoordinasi dengan DLH Kota Tangerang untuk segera tindak lanjuti," katanya.

Lihat Juga :Orang Rimba di Jambi Minta Perlindungan Dampak Tambang Batu Bara

Andra meminta agar perusahaan tersebut diproses sesuai aturan. Ia meminta ada sanksi tegas bagi perusahaan itu jika terbukti melanggar.

"Bila terbukti melanggar segera dilakukan tindakan tegas dan terukur sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," ujarnya.

Lihat Juga :Volume Lumpur Lapindo Meningkat Nyaris Luber, Tanggul Ditinggikan

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/dal) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]
Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait