REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA– Hasil imbang 1-1 melawan Singapura yang memastikan kegagalan Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2026 jelas mengecewakan. Namun, bagi pengamat sepak bola Anton Sanjoyo, kegagalan ini harus dipandang dalam perspektif yang lebih luas.
"Sejak John Herdman menangani tim pada Januari 2026, saya selalu menekankan bahwa tolok ukur utamanya adalah Piala Asia, bukan Piala AFF. AFF seharusnya menjadi laboratorium ujian untuk membangun kedalaman skuad (lapisan pemain) yang mumpuni. Sayangnya, sejauh ini, misi tersebut belum berhasil," ujarnya di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga- Timnas Indonesia Wajib Menang, Rekor Pertemuan dengan Singapura Jadi Modal Skuad Garuda
- 47 Pemain Siap Bela Timnas U18 Putri di Srikandi Merdeka Cup 2026
- Momen Timnas Indonesia Kalah 0-3 dari Vietnam di Piala AFF 2026
Kegagalan menembus pertahanan Singapura menunjukkan bahwa pelapis yang ada belum cukup tangguh untuk bersaing bahkan di level ASEAN.
Joy, sapaan akrabnya, menilai level elite Asia adalah medan tempur yang sangat berbeda. Menghadapi Jepang, Korea Selatan, atau Australia membutuhkan kualitas taktik dan kedalaman skuad yang jauh di atas standar yang kita tunjukkan di AFF ini.
Oleh karena itu, mantan wartawan peliput sepak bola ini merekomendasikan beberapa langkah krusial bagi John Herdman dan PSSI.
"Pertama, Herdman tidak boleh dipecat. Proses ini masih berjalan, dan pergantian pelatih saat ini hanya akan merusak fondasi yang sedang dibangun," tegasnya.
Kedua, Herdman harus bekerja lebih keras dan tidak boleh bersantai. Ia perlu meracik ulang strategi yang paling pas dengan sumber daya pemain yang ada. Skema seperti 3-4-3 harus dievaluasi ulang jika kualitas bek tengah yang tersedia tidak memenuhi syarat, lanjutnya.
"Ketiga, Herdman wajib meningkatkan komunikasi dengan para pelatih di Liga Super dan Divisi Satu. Mereka adalah sumber informasi terbaik mengenai kualitas pemain lokal.
Herdman dibayar mahal untuk membawa timnas bersaing di level elite Asia. Waktu menuju Piala Asia semakin sempit. Ini saatnya bagi Herdman untuk membuktikan kapasitasnya dalam meramu strategi dan memaksimalkan potensi pemain Indonesia," kata Joy.
Ikuti Whatsapp Channel Republika