Nasional

Pengusaha Hangzhou Deklarasikan Kamar Dagang di Indonesia, Jembatani Kemitraan Bisnis RI-China

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Para pengusaha asal Hangzhou, China, resmi mendeklarasikan Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia. Organisasi ini dibentuk untuk menjembatani kemitraan bisnis dan memperluas kerja sama ekonomi antara Indonesia...

5 November 2026, pukul 20:15 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Para pengusaha asal Hangzhou, China, resmi mendeklarasikan Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia. Organisasi ini dibentuk untuk menjembatani kemitraan bisnis dan memperluas kerja sama ekonomi antara Indonesia dan China.

Deklarasi tersebut berlangsung dalam sebuah jamuan di Jakarta, Kamis malam. Ketua Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia, Ye Daifeng, menjelaskan bahwa organisasi ini hadir sebagai wadah bagi pengusaha Hangzhou yang ingin mengembangkan bisnis di Indonesia, maupun pengusaha Indonesia yang hendak menjajaki pasar China.

“Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia telah menetapkan dua peran utama, yaitu sebagai rumah bersama bagi para anggotanya dan sebagai jembatan kerja sama antara Indonesia dan China,” kata Ye.

Keunggulan Industri Hangzhou

Ye memaparkan, sejumlah perusahaan asal Hangzhou, yang merupakan ibu kota Provinsi Zhejiang di China timur, memiliki keunggulan di bidang ekonomi digital, manufaktur cerdas, dan industri kreatif. Keunggulan industri dan kewirausahaan ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kemitraan dengan Indonesia yang memiliki pasar luas dan beragam peluang usaha.

Ia menegaskan, para pengusaha Hangzhou yang menjalankan usaha di Indonesia berkomitmen untuk mematuhi peraturan nasional dan membangun hubungan baik dengan masyarakat setempat. “Peluang yang baik hanya dapat dimanfaatkan oleh mereka yang memiliki kesiapan, memahami aturan, dan senantiasa menjaga integritas dalam berusaha,” ujarnya.

Dukungan dari LIT

Ketua Lembaga Kerja Sama Ekonomi, Sosial, dan Budaya Indonesia-Tiongkok (LIT), Mayjen (Purn.) Sudrajat, menekankan pentingnya keberadaan Kamar Dagang Hangzhou sebagai wadah untuk menghubungkan pengusaha Indonesia dan China. Mantan Duta Besar RI untuk China tersebut menilai kemitraan bisnis merupakan salah satu pilar penting hubungan Indonesia-China yang telah berkembang menjadi kemitraan strategis komprehensif.

“Kamar Dagang Hangzhou di Indonesia diharapkan menjadi jembatan bagi para pengusaha, baik dari China maupun Indonesia, sekaligus menjadi rumah bersama untuk memperluas jaringan bisnis dan mengembangkan kerja sama ekonomi,” kata Sudrajat. Ia berharap hubungan tersebut dapat terus diperkuat melalui kerja sama ekonomi yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi kedua negara.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor nonmigas Indonesia ke China mencapai 54,17 miliar dolar AS selama Januari-September 2026. Sementara itu, nilai impor Indonesia dari China pada periode yang sama tercatat sebesar 76,16 miliar dolar AS. Perdagangan kedua negara antara lain didominasi komoditas nikel, minyak nabati, mesin dan peralatan elektronik, serta plastik.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Lihat di situs asli

Berita terkait