REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) bakal menghentikan layanan rute 1N (Tanah Abang-Blok M) dan 10D (Tanjung Priok-Kampung Rambutan) per 1 Juli 2026. Kebijakan itu dikeluhan sejumlah pengguna layanan itu di media sosial.
Anggota Komisi B DPRD Provinsi DKI Jakarta, M Taufik Zoelkifli alias MTZ mengaku telah memantau keluhan sejumlah warganet. Ia mengaku bakal mempertanyakan alasan Transjakarta menutup dua rute dalam kota itu dalam rapat yang bakal digelar pada pekan depan.
Baca Juga- LRT Jakarta Rute Manggarai-Dukuh Atas Ditarget Rampung Paling Lambat 2029
- Prakiraan Cuaca DKI Jakarta Selasa Ini: Pagi Cerah, Sore Hujan Ringan
- Kronologi Bocah Tewas Terperosok di Lubang Proyek Jakarta
"Kebetulan kami akan rapat dengan seluruh BUMD DKI Jakarta tanggal 7-8 Juli. Nanti kami tanyakan ke Transjakarta," kata dia saat dihubungi Republika, Selasa (30/6/2026).
Menurut Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi DKI Jakarta itu, Transjakarta pasti memiliki alasan terkait penutupan dua rute tersebut. Namun, kebijakan yang diambil Transjakarta tidak mungkin diterima oleh semua pihak. Karena itu, pihaknya akan mempertanyakan langsung kepada manajemen Transjakarta.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, mengatakan penyesuaian layanan itu merupakan bagian dari evaluasi berkala untuk mengoptimalkan pelayanan kepada pelanggan. Dari hasil evaluasi yang dilakukan, pihaknya memutuskan layanan rute 1N dan 10D hanya akan beroperasi hingga 30 Juni 2026.
“Kami secara berkala melakukan evaluasi terhadap setiap layanan berdasarkan pola perjalanan pelanggan dan kinerja operasional,” kata dia melalui keterangannya, Jumat (26/6/2026).
Ia menambahkan, evaluasi dilakukan terhadap pola perjalanan pelanggan serta tingkat tumpang tindih layanan dengan rute Transjakarta lainnya yang melintasi koridor yang sama. Melalui penyesuaian itu, 25 unit Transjakarta rute itu akan dimanfaatkan untuk mendukung layanan pada rute dengan kebutuhan perjalanan yang lebih tinggi.
Tak hanya itu, tambahan unit dari dua rute itu juga akan mempersingkat waktu tunggu di rute lainnya. Namun, hal itu dinilai tidak mengurangi akses mobilitas masyarakat karena alternatif perjalanan telah disiapkan.
Ia memastikan, seluruh fasilitas publik yang berada di sepanjang rute yang ditata (68 titik di rute 10D dan 47 titik di rute 1N) tetap dapat diakomodasi dan dilayani dengan baik oleh rute-rute alternatif. Artinya, masyarakat tetap akan bisa mengakses layanan Transjakarta di fasilitas tersebut.
Welfizon menilai, evaluasi layanan itu merupakan bagian dari upaya Transjakarta untuk memastikan jaringan angkutan umum tetap adaptif terhadap kebutuhan pelanggan. "Penyesuaian ini dilakukan agar armada dapat dimanfaatkan secara lebih optimal sekaligus menjaga kualitas layanan secara keseluruhan. Kami juga telah menyiapkan alternatif perjalanan sehingga pelanggan tetap dapat melakukan mobilitas dengan nyaman," kata dia.
Keluhan warga
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika