REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT TBS Energi Utama Tbk (TBS atau Perseroan, BEI: TOBA), perusahaan yang sedang bertransformasi menjadi pengembang infrastruktur berkelanjutan, mengumumkan investasi strategis pada Rabu (21/10/2026). Investasi ini berasal dari sejumlah dana dan akun kelolaan HPS Investment Partners (HPS), bagian dari BlackRock, melalui investasi di SBTH Asia Holdings Pte. Ltd. (SBTH).
SBTH merupakan perusahaan induk dari platform pengelolaan limbah milik TBS. Transaksi ini masih bergantung pada persetujuan pemegang saham TBS melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
Baca Juga- Ombudsman Buka Posko Pengaduan Daring untuk Awasi Penerbitan Sertifikat Halal
- Trump Ingin Duduk Bersama Putin dan Xi Jinping, Apakah Tatanan Dunia Baru Sedang Disiapkan?
- Forum Zakat Wakaf Dunia: Zakat Produktif Jadi Penopang Pemberdayaan Ekonomi RI
Investasi HPS akan dilakukan melalui pengambilan saham preferen yang baru diterbitkan oleh SBTH serta instrumen lainnya. Dana yang dihimpun pada tahap awal dan lanjutan ini direncanakan untuk mendanai perluasan bisnis pengelolaan limbah TBS di kawasan Asia.
Perseroan memandang investasi tersebut sebagai wujud kepercayaan investor global terhadap proses transisi TBS menuju bisnis infrastruktur berkelanjutan. Selain itu, investasi ini menegaskan optimisme terhadap prospek bisnis pengolahan limbah di wilayah regional.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer TBS, Dicky Yordan, menjelaskan bahwa persetujuan investasi di bisnis pengelolaan limbah menjadi pijakan penting bagi transformasi perusahaan. Langkah ini mendukung strategi jangka panjang TBS untuk menjadi pengembang infrastruktur berkelanjutan di Asia.
"Platform pengelolaan limbah kami telah mencatatkan kemajuan signifikan hingga kini menjadi penggerak utama bisnis TBS. Dengan investasi modal sebanyak beberapa tahap dengan jumlah sebesar-besarnya 555 juta dolar AS ke SBTH, kami menyambut HPS sebagai mitra yang sangat bernilai dalam perjalanan pertumbuhan kami," kata Dicky pada Rabu (21/10/2026).
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika